
RajaKomen.com — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Sri Meliyana, menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus menjadi ujung tombak dalam menurunkan angka pengangguran, terutama di wilayah-wilayah tertinggal dan kawasan pinggiran. Dalam kunjungannya ke Lahat, Sumatera Selatan, Rabu (25/6/2025), ia menyoroti kurangnya akses masyarakat desa terhadap pendidikan berbasis keterampilan yang relevan dengan dunia kerja saat ini.
“Banyak anak muda di desa punya potensi besar, tapi tidak punya jalur pendidikan yang langsung mengarah ke dunia kerja. Di sinilah pentingnya SMK-SMK unggulan dan program vokasi hadir secara merata,” ujar Sri Meliyana.
Sebagai legislator yang membidangi urusan pendidikan, ia meminta pemerintah untuk memperluas pembangunan dan revitalisasi SMK di luar Jawa, serta meningkatkan kerja sama antara dunia pendidikan dan dunia industri lokal. Ia juga menekankan perlunya peningkatan kualitas tenaga pengajar vokasi dan penyediaan alat praktik modern di sekolah.
Menurut Sri, pendidikan vokasi tidak hanya relevan untuk industri besar, tapi juga bagi pelaku usaha kecil, pertanian, peternakan, dan ekonomi kreatif yang tumbuh di daerah. Ia juga mengajak pemerintah daerah aktif memetakan potensi lokal agar pelatihan vokasi benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan.
“Gerindra berpandangan bahwa solusi pengangguran dan kemiskinan di desa bukan bantuan terus-menerus, tapi akses keterampilan yang konkret dan bisa langsung diterapkan,” tegasnya.
Ia pun berharap adanya insentif khusus bagi lulusan vokasi yang kembali ke daerahnya untuk membuka usaha atau menjadi pelatih keterampilan bagi generasi berikutnya.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi