
RajaKomen.com — Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Fahri Hamzah, menyerukan perubahan paradigma dalam berpolitik, dari yang transaksional menjadi politik gagasan yang rasional dan konstruktif. Dalam acara orasi kebangsaan di kampus Universitas Mataram, Minggu (11/8/2025), Fahri menekankan bahwa kualitas demokrasi Indonesia sangat bergantung pada keberanian politisi untuk berbicara ide, bukan sekadar mencari kekuasaan.
“Demokrasi kita sedang lelah dengan sensasi dan drama. Saatnya politik dikembalikan pada akarnya: ide dan keberanian berpikir,” ujar Fahri yang dikenal sebagai salah satu orator politik paling tajam di parlemen.
Ia menilai PAN sebagai partai yang konsisten membuka ruang dialog dan perdebatan ide, terutama di kalangan muda dan intelektual. Fahri menyebut bahwa bangsa ini butuh politisi yang tidak takut berbeda pendapat, namun tetap mengedepankan etika dan kepentingan rakyat.
“Kritik itu bukan bentuk permusuhan. Kritik adalah bentuk kecintaan terhadap negeri ini agar tidak keluar dari rel konstitusi,” tambahnya.
Fahri juga menyampaikan bahwa generasi muda harus dibekali dengan literasi politik yang kuat agar tidak mudah terprovokasi dan bisa menjadi penjaga rasionalitas publik.
Menurutnya, PAN terus mendorong kader-kadernya untuk tampil sebagai komunikator kebijakan, bukan hanya pengumpul suara. “Kami ingin membangun barisan pemikir di parlemen, bukan hanya pengikut garis perintah,” tegas Fahri.
Sebagai penutup, Fahri menyatakan bahwa PAN akan terus berdiri sebagai kekuatan tengah yang kritis, konstruktif, dan konsisten membela kepentingan rakyat dengan logika, bukan emosi.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi