
RajaKomen.com — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rico Sia, menyoroti ketimpangan akses digital antara wilayah Indonesia barat dan timur. Dalam kunjungannya ke Papua Barat Daya, Jumat (27/6/2025), ia menyampaikan bahwa tanpa pemerataan infrastruktur digital, pembangunan nasional akan terus timpang dan masyarakat di daerah tertinggal semakin terisolasi dari kemajuan zaman.
“Internet bukan lagi barang mewah, tapi kebutuhan dasar. Anak-anak di Papua juga berhak belajar daring, pelaku UMKM juga perlu akses e-commerce. Ini bukan soal teknologi semata, tapi soal keadilan,” ujar Rico.
Sebagai legislator asal Papua Barat Daya, Rico menyebut masih banyak wilayah di Indonesia Timur yang belum terjangkau sinyal stabil, apalagi layanan digital publik. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara Kementerian Kominfo, operator seluler, dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan BTS, jaringan fiber optik, serta pelatihan literasi digital.
Menurut Rico, transformasi digital tidak bisa hanya dinikmati kota-kota besar. Ia menekankan bahwa pendidikan, kesehatan, layanan administrasi, dan bahkan pengawasan dana desa kini bergantung pada internet yang cepat dan stabil.
“NasDem berdiri di depan untuk memastikan bahwa tidak ada anak bangsa yang tertinggal karena lokasi geografis. Pemerataan digital adalah bagian dari pemerataan keadilan sosial,” tegasnya.
Rico juga mengajak anak muda di daerah untuk aktif menjadi agen digitalisasi, baik melalui startup lokal, konten edukatif, maupun pelatihan komunitas.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi