
RajaKomen.com — Sejak digulirkannya program Dana Desa, wajah banyak wilayah pedesaan di Indonesia mulai berubah. Namun, menurut Adrianus Asia Sidot, anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, masih banyak tantangan yang harus dibenahi, terutama dalam hal pengawasan, transparansi, dan efektivitas penggunaan dana tersebut.
Ia menyebut bahwa pemerataan pembangunan tidak cukup hanya lewat alokasi anggaran, tetapi juga membutuhkan pengelolaan yang tepat sasaran dan partisipatif.
🏘️ Titik Tekan Golkar dalam Optimalisasi Dana Desa:
Perencanaan pembangunan berbasis kebutuhan warga
Penguatan kapasitas aparatur desa dalam menyusun anggaran
Monitoring kolaboratif antara pemda, masyarakat, dan pusat
Transparansi penggunaan dana melalui sistem digital
Fokus pada infrastruktur dasar dan pemberdayaan ekonomi lokal
💬 “Dana desa harus jadi alat pemberdayaan, bukan hanya alat belanja. Masyarakat harus ikut merasakan dan mengontrol manfaatnya,” ujar Adrianus.
📊 Pemerintah Harus Dorong Inovasi Desa
Golkar mendorong agar dana desa tidak hanya difokuskan untuk pembangunan fisik, tapi juga program produktif seperti BUMDes, pelatihan keterampilan, dan pengembangan potensi lokal.
📱 Digitalisasi Tata Kelola Dana Desa
Adrianus mengusulkan sistem pengelolaan digital dan dashboard publik agar setiap warga bisa mengakses dan mengetahui alur penggunaan dana desa secara real time.
🤝 Kolaborasi dengan Tokoh Masyarakat dan Pemuda Desa
Menurutnya, keterlibatan aktif kelompok muda dan tokoh adat dalam musyawarah desa akan memperkaya kualitas perencanaan program yang benar-benar berdampak.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi