
Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani, terus menunjukkan inovasi dalam membangun kotanya lewat program Smart City yang berfokus pada pemberdayaan UMKM lokal. Di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat, Nadjmi menyadari bahwa kekuatan ekonomi daerah tetap harus berasal dari para pelaku usaha mikro dan kecil yang berakar di masyarakat.
Pada awal 2025, Pemerintah Kota Banjarbaru meluncurkan inisiatif baru yang mengintegrasikan sistem digital untuk mempermudah akses modal, pelatihan, dan pemasaran bagi pelaku UMKM. Melalui aplikasi khusus yang dikembangkan oleh Dinas Kominfo Banjarbaru, para pengusaha kecil dapat langsung terhubung dengan bank, pelatih bisnis, dan pasar digital yang luas.
Nadjmi menegaskan bahwa pembangunan smart city bukan hanya soal teknologi canggih, tetapi juga soal bagaimana teknologi itu bisa menyentuh dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami ingin agar teknologi menjadi jembatan, bukan penghalang. UMKM harus bisa naik kelas dan berdaya saing,” ujar Nadjmi saat membuka pelatihan digital marketing untuk UMKM di Banjarbaru.
Selain itu, program ini juga mengedepankan pelatihan literasi keuangan dan pengelolaan bisnis yang adaptif dengan perkembangan pasar. Melibatkan perguruan tinggi dan komunitas wirausaha, Banjarbaru ingin menciptakan ekosistem usaha yang dinamis dan inklusif.
Langkah konkret lain adalah penyediaan pusat layanan terpadu di setiap kecamatan yang dilengkapi dengan fasilitas internet gratis, coworking space, dan konsultan bisnis. Ini menjadi tempat bagi para pelaku UMKM untuk belajar, berjejaring, dan bertukar ide.
Nadjmi Adhani juga aktif mengajak pelaku usaha muda serta perempuan untuk terlibat dalam pembangunan ekonomi daerah. Dengan pendekatan yang inklusif dan teknologi yang menyentuh akar rumput, Banjarbaru menjadi contoh daerah yang berhasil menggabungkan visi smart city dengan pemberdayaan sosial ekonomi.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi