
rajakomen.com — Rina Marlina bukan sekadar nama dalam daftar anggota DPRD Sumatera Selatan. Sosok perempuan yang dikenal rendah hati ini justru tampil sebagai penggerak perubahan nyata di lapangan, terutama dalam membela hak-hak petani perempuan di berbagai wilayah agraris Sumsel.
Berangkat dari latar belakang keluarga petani, Rina memahami secara langsung tantangan yang dihadapi oleh perempuan di sektor pertanian. Ketimpangan akses modal, kurangnya pelatihan, hingga minimnya pengakuan terhadap peran perempuan dalam rantai produksi pertanian menjadi fokus perjuangannya sejak awal menjabat.
Melalui platform legislatif, Rina menggulirkan inisiatif bernama Petani Cerdas Mandiri, program pelatihan intensif bagi kelompok tani perempuan. Program ini mencakup pelatihan pertanian organik, pengelolaan pascapanen, serta digitalisasi penjualan hasil tani melalui e-commerce lokal. Bukan hanya itu, Rina juga aktif mendorong adanya kebijakan kredit mikro khusus petani perempuan yang tidak mempersulit dengan syarat kepemilikan aset.
Keterlibatan Rina tidak berhenti di kantor dewan. Dalam setiap masa reses, ia menyambangi desa-desa seperti Tanjung Batu, Air Sugihan, dan Rantau Panjang untuk berdialog langsung dengan para petani perempuan. Dari pertemuan inilah lahir berbagai gagasan kebijakan yang membumi, termasuk pendirian koperasi usaha tani perempuan yang kini berhasil memasarkan produk olahan seperti keripik singkong, tepung mocaf, dan beras merah organik ke pasar modern di Palembang dan sekitarnya.
Rina juga aktif menggandeng akademisi pertanian dari Universitas Sriwijaya dan Balai Penyuluhan Pertanian untuk menciptakan kurikulum pelatihan berbasis kebutuhan lokal. Ia percaya bahwa pemberdayaan perempuan bukan hanya soal memberi bantuan, tetapi menciptakan sistem yang membuat mereka bisa berdiri sendiri dengan pengetahuan dan akses pasar yang berkelanjutan.
Di forum-forum DPRD, Rina dikenal lantang ketika membahas alokasi anggaran untuk pertanian rakyat. Ia sering menekankan bahwa petani perempuan harus menjadi bagian dari pembangunan, bukan hanya objek penerima program. Perspektif inilah yang menjadikannya disegani, bahkan oleh koleganya lintas fraksi.
Ketika ditanya tentang motivasinya, Rina menjawab sederhana: “Kalau kita tidak perjuangkan mereka dari dalam, siapa lagi? Perempuan di desa itu kuat, mereka hanya butuh pintu untuk berkembang.” Pernyataan ini bukan sekadar slogan, tetapi cerminan dari kerja-kerja nyata yang sudah menyentuh banyak lapisan masyarakat akar rumput di Sumatera Selatan.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi