PKS Soroti Defisit BPJS Kesehatan dan Desak Pemerintah Transparan Soal Pengelolaan Dana Jaminan Sosial

Blog » PKS Soroti Defisit BPJS Kesehatan dan Desak Pemerintah Transparan Soal Pengelolaan Dana Jaminan Sosial
PKS Soroti Defisit BPJS Kesehatan dan Desak Pemerintah Transparan Soal Pengelolaan Dana Jaminan Sosial

RajaKomen.com — Masalah potensi defisit anggaran BPJS Kesehatan kembali menjadi perhatian publik. Menanggapi hal ini, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan perlunya transparansi pemerintah dalam pengelolaan dana jaminan sosial, terutama di sektor kesehatan yang menyangkut langsung kepentingan jutaan rakyat.

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Heryawan, menyatakan bahwa kabar mengenai ancaman defisit BPJS Kesehatan sangat mengkhawatirkan, mengingat program ini menyentuh aspek paling dasar dalam kehidupan masyarakat, yaitu hak atas pelayanan kesehatan.

“Jangan sampai rakyat menjadi korban ketidakefisienan atau salah urus dana BPJS. Pemerintah harus terbuka kepada publik tentang posisi keuangan, sumber defisit, dan rencana kebijakan ke depan,” ujar Netty dalam rapat kerja bersama Kementerian Kesehatan, Selasa (18/06/2025).

Netty juga menyoroti potensi kebijakan kenaikan iuran atau pembatasan layanan, yang bisa saja dijadikan jalan keluar jangka pendek namun berdampak langsung pada daya beli masyarakat miskin dan rentan.

Menurutnya, upaya menyeimbangkan anggaran BPJS Kesehatan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan hak peserta atau mengurangi kualitas layanan.

“Kesehatan bukan komoditas. Negara wajib melindungi dan melayani, bukan malah menambah beban dengan kenaikan iuran atau mempersempit akses,” tegasnya.

PKS mendesak agar pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajemen BPJS, mulai dari efisiensi penggunaan anggaran, sistem pembayaran klaim ke fasilitas kesehatan, hingga integrasi data peserta dan rumah sakit.

Fraksi PKS juga mendukung penguatan pengawasan eksternal terhadap pengelolaan dana jaminan sosial, agar tidak terjadi praktik penyimpangan dan seluruh proses dapat diaudit secara transparan.

“Kita ingin BPJS tetap hadir sebagai jaminan, bukan beban. Maka segala persoalan keuangan harus diungkap ke publik secara terbuka, tidak boleh ditutupi,” jelas Netty.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah melibatkan pemangku kepentingan, termasuk DPR, dalam menyusun strategi penyelamatan sistem jaminan kesehatan nasional.

“Kalau rakyat sudah disiplin membayar iuran, maka pemerintah juga harus disiplin dalam mengelola dan mempertanggungjawabkannya,” pungkas Netty.

Baca Juga

Rajakomen.com

Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia

Sosial Media

Pembayaran

Pembayaran

Jaringan Kami

Rajamonitoring
Copyright © RajaKomen.com 2026 All Rights Reserved.
Advertiser order Instagram Komen 20
14 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 100
51 menit yang lalu.
Advertiser order Play Store Review 100
45 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 50
38 menit yang lalu.
Advertiser order Instagram Komen 50
24 menit yang lalu.
Advertiser order Instagram Komen 100
4 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 50
54 menit yang lalu.
Advertiser order 1000 subscribers YT
33 menit yang lalu.
Advertiser order Play Store Review 500
20 menit yang lalu.
Advertiser order 1000 subscribers YT
26 menit yang lalu.
Advertiser order IG Live Komen 100
39 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 100 View
49 menit yang lalu.
Advertiser order 50 kampanye posting
57 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 50 View Youtube
23 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Beli Komen Gmaps
25 menit yang lalu.
Advertiser order 100 Beli Komen Gmaps
33 menit yang lalu.
Advertiser order 100 kampanye posting
43 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 100 View Youtube
13 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Twitter Komen
47 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Komen Youtube
33 menit yang lalu.
Advertiser order 200 Komen Detik
15 menit yang lalu.
Advertiser order Share TikTok 100
27 menit yang lalu.
Advertiser order Share Twitter 100
34 menit yang lalu.
Advertiser order Kampanye Posting di TikTok 200
54 menit yang lalu.
Advertiser order Kampanye Posting di Twitter 100
54 menit yang lalu.