PKS Minta Pemerintah Percepat Realisasi Reformasi Agraria, Jangan Mandek di Atas Kertas

Blog » PKS Minta Pemerintah Percepat Realisasi Reformasi Agraria, Jangan Mandek di Atas Kertas
PKS Minta Pemerintah Percepat Realisasi Reformasi Agraria, Jangan Mandek di Atas Kertas

RajaKomen.com — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyoroti stagnasi implementasi program reformasi agraria yang menjadi salah satu agenda besar keadilan sosial sejak awal reformasi. Meski pemerintah gencar melakukan pembagian sertifikat tanah, PKS menilai belum ada perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan lahan secara nasional.

Hal ini disampaikan oleh Johan Rosihan, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, dalam rapat kerja dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Senin (17/06/2025).

“Reformasi agraria itu bukan sekadar sertifikasi tanah, tetapi soal redistribusi lahan secara adil bagi masyarakat, terutama petani gurem, masyarakat adat, dan nelayan,” ujar Johan.

Menurutnya, mayoritas lahan produktif di Indonesia masih dikuasai oleh segelintir korporasi besar dan perorangan elit. Sementara petani kecil masih kesulitan mengakses lahan dan modal usaha tani.

Ia menyebut bahwa tanpa komitmen kuat terhadap pembaruan struktur agraria, ketimpangan sosial dan konflik agraria akan terus berulang, terutama di daerah-daerah perkebunan, kehutanan, dan pertambangan.

“Kita banyak menerima laporan konflik lahan antara warga dengan perusahaan, termasuk juga dengan pemerintah daerah, karena tidak ada kejelasan hak atas tanah. Padahal, ini seharusnya sudah selesai jika reforma agraria dijalankan sesuai mandat konstitusi,” tegas Johan.

PKS menegaskan pentingnya pendampingan hukum, pemberdayaan ekonomi, dan perlindungan terhadap petani penerima lahan, agar tidak hanya menjadi pemilik sah tetapi juga mampu mengelola lahan secara produktif.

Ia juga meminta pemerintah segera mempercepat verifikasi objek reforma agraria (TORA), termasuk penyelesaian tumpang tindih lahan di kawasan hutan dan wilayah adat.

“Jangan sampai reforma agraria hanya menjadi proyek seremonial. Ini harus menjadi gerakan nasional yang konsisten, menyentuh akar masalah, dan berpihak kepada rakyat kecil,” katanya.

Lebih lanjut, PKS mendorong penyusunan roadmap reforma agraria lintas kementerian agar seluruh kebijakan agraria memiliki satu arah yang jelas dan mengikat.

“Negara harus hadir untuk menjamin keadilan agraria. Kita tidak ingin Indonesia hanya punya sertifikat, tapi tak punya keadilan,” pungkas Johan Rosihan.

Baca Juga

Rajakomen.com

Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia

Sosial Media

Pembayaran

Pembayaran

Jaringan Kami

Rajamonitoring
Copyright © RajaKomen.com 2025 All Rights Reserved.
Advertiser order Instagram Komen 20
20 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 100
10 menit yang lalu.
Advertiser order Play Store Review 100
33 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 50
53 menit yang lalu.
Advertiser order Instagram Komen 50
23 menit yang lalu.
Advertiser order Instagram Komen 100
49 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 50
18 menit yang lalu.
Advertiser order 1000 subscribers YT
6 menit yang lalu.
Advertiser order Play Store Review 500
3 menit yang lalu.
Advertiser order 1000 subscribers YT
36 menit yang lalu.
Advertiser order IG Live Komen 100
11 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 100 View
18 menit yang lalu.
Advertiser order 50 kampanye posting
37 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 50 View Youtube
15 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Beli Komen Gmaps
53 menit yang lalu.
Advertiser order 100 Beli Komen Gmaps
57 menit yang lalu.
Advertiser order 100 kampanye posting
47 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 100 View Youtube
26 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Twitter Komen
36 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Komen Youtube
13 menit yang lalu.
Advertiser order 200 Komen Detik
54 menit yang lalu.
Advertiser order Share TikTok 100
58 menit yang lalu.
Advertiser order Share Twitter 100
18 menit yang lalu.
Advertiser order Kampanye Posting di TikTok 200
59 menit yang lalu.
Advertiser order Kampanye Posting di Twitter 100
10 menit yang lalu.
KAMI SEDANG LIVE
igram
igram LIVE