PKS Desak Pemerintah Prioritaskan Ketahanan Pangan Nasional di Tengah Krisis Global

Blog » PKS Desak Pemerintah Prioritaskan Ketahanan Pangan Nasional di Tengah Krisis Global
PKS Desak Pemerintah Prioritaskan Ketahanan Pangan Nasional di Tengah Krisis Global

RajaKomen.com — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak pemerintah untuk segera mengubah orientasi kebijakan pangan dengan menempatkan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional sebagai prioritas utama. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin, menyikapi potensi krisis pangan global yang mulai berdampak ke berbagai negara berkembang.

“Kita tidak bisa terus-menerus bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok. Itu kebijakan yang rawan dan tidak berpihak pada petani kita sendiri,” kata Andi Akmal dalam keterangannya, Sabtu (15/06/2025).

Menurutnya, saat ini dunia menghadapi gangguan rantai pasok pangan global, perubahan iklim ekstrem, dan konflik geopolitik yang membuat akses terhadap bahan pangan strategis menjadi semakin sulit dan mahal. Jika Indonesia tidak bersiap dari sekarang, dampaknya bisa fatal bagi keberlangsungan ekonomi rakyat.

Andi menilai bahwa pemerintah terlalu fokus pada proyek-proyek jangka pendek dan belum serius membangun sistem produksi pangan nasional berbasis desa, petani kecil, dan lahan produktif lokal.

“Alih-alih menciptakan kemandirian, kita justru memperbesar anggaran impor beras, jagung, gula, dan bahkan garam. Ini kontradiktif dengan semangat kedaulatan pangan,” ungkapnya.

Fraksi PKS mengusulkan agar program regenerasi petani, subsidi alat pertanian modern, serta distribusi pupuk bersubsidi yang tepat sasaran dijadikan agenda prioritas dalam pembahasan APBN 2026.

Selain itu, Akmal juga meminta pemerintah meninjau ulang izin alih fungsi lahan pertanian, serta mempercepat pembentukan cadangan pangan strategis yang dikelola oleh negara, bukan hanya oleh pelaku pasar.

“Kita butuh lumbung pangan nasional yang nyata dan tersebar di setiap wilayah. Tidak bisa lagi hanya andalkan Bulog sebagai satu-satunya penyangga,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan riset dan inovasi pertanian, terutama di bidang benih unggul, pertanian presisi, dan teknologi penyimpanan hasil panen agar petani tidak lagi merugi akibat fluktuasi harga.

PKS menekankan bahwa ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional, dan negara wajib hadir dalam menjamin akses pangan murah, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat.

“Jangan sampai anak-anak bangsa kita mengalami krisis gizi karena kelalaian dalam menyusun kebijakan pangan. Ini bukan sekadar isu pertanian, ini soal keadilan dan kedaulatan,” tutup Akmal.

Baca Juga

Rajakomen.com

Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia

Sosial Media

Pembayaran

Pembayaran

Jaringan Kami

Rajamonitoring
Copyright © RajaKomen.com 2026 All Rights Reserved.

Kami siap membantu anda,
hubungi WhatsApp kami!

0817-0000005126-000000777
Advertiser order Instagram Komen 20
48 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 100
25 menit yang lalu.
Advertiser order Play Store Review 100
7 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 50
49 menit yang lalu.
Advertiser order Instagram Komen 50
38 menit yang lalu.
Advertiser order Instagram Komen 100
26 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 50
49 menit yang lalu.
Advertiser order 1000 subscribers YT
55 menit yang lalu.
Advertiser order Play Store Review 500
37 menit yang lalu.
Advertiser order 1000 subscribers YT
14 menit yang lalu.
Advertiser order IG Live Komen 100
42 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 100 View
57 menit yang lalu.
Advertiser order 50 kampanye posting
42 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 50 View Youtube
40 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Beli Komen Gmaps
27 menit yang lalu.
Advertiser order 100 Beli Komen Gmaps
22 menit yang lalu.
Advertiser order 100 kampanye posting
18 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 100 View Youtube
22 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Twitter Komen
48 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Komen Youtube
48 menit yang lalu.
Advertiser order 200 Komen Detik
43 menit yang lalu.
Advertiser order Share TikTok 100
13 menit yang lalu.
Advertiser order Share Twitter 100
20 menit yang lalu.
Advertiser order Kampanye Posting di TikTok 200
46 menit yang lalu.
Advertiser order Kampanye Posting di Twitter 100
44 menit yang lalu.