
RajaKomen.com — Menjelang pemilu 2029, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali menegaskan komitmennya untuk menolak segala bentuk praktik politik identitas dan narasi kebencian dalam proses demokrasi. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh jajaran elite PKB dalam Rapat Pimpinan Nasional yang digelar di Surabaya, Minggu (15/9/2025).
“Pemilu harus menjadi ajang adu gagasan, bukan ajang saling menjatuhkan dengan isu agama, ras, atau asal-usul,” tegas perwakilan DPP PKB dalam forum tersebut.
PKB memandang bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar karena keberagamannya. Oleh karena itu, setiap kompetisi politik harus menjunjung tinggi etika demokrasi, persatuan nasional, dan rasa hormat antarsesama anak bangsa.
Partai yang didirikan oleh kalangan nahdliyin ini juga meminta seluruh kader dan simpatisannya untuk aktif menjadi penjaga perdamaian selama masa kampanye, serta tidak terpancing isu-isu yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“Bagi PKB, menang atau kalah dalam pemilu adalah bagian dari demokrasi. Tapi menjaga keutuhan bangsa adalah kewajiban mutlak,” lanjutnya.
PKB juga mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar lebih tegas menindak kampanye hitam yang menjurus pada politik SARA dan provokasi berbasis agama. Selain itu, partai ini mendorong pendidikan politik di tingkat akar rumput agar masyarakat semakin cerdas dalam memilah informasi dan tidak mudah terprovokasi.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi