Peran Media Sosial dalam Bidang Politik

Blog » Peran Media Sosial dalam Bidang Politik
Peran Media Sosial dalam Bidang Politik

Berjejaring sosial merupakan aktifitas yang memengaruhi tersebarnya informasi ke banyak khalayak. Seberapa banyak teman, kerabat, dan kenalan menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Dukungan, kepercayaan, hingga simpati lebih cepat didapatkan melalui berjejaring di media sosial.

Hal tersebutlah menjadi satu kunci utama dalam menyukseskan kegiatan politik. Sebab dukungan, dan suara terbanyak memberikan percepatan kinerja politik. Terlebih adanya media sosial dalam bidang politik tidak membatasi politik hanya pada kinerja tempat. Melainkan rekam jejak kinerja dapat menarik minat banyak khalayak lain yang belum mengetahui.

Efektifitas Media Sosial dalam Bidang Politik sebagai Penyampai Pesan

Politik yang membutuhkan banyak suara dan dukungan akan menggunakan beragam cara untuk menyampaikan pesan. Pesan yang disampaikan perlu diketahui oleh seluas-luasnya khalayak. Terutama para pengguna media sosial pada platform tertentu dengan jumlah pengguna terbanyak.

Peran utama tersebut efektif dalam hal kampanye. Penyebaran yang massif membuat pesan lebih cepat tersampaikan. Usia kaum pelajar yang cenderung aktif menggunakan, dapat menjadi viral marketing yang menjanjikan ketika media sosial dalam bidang politik dijalankan.  

Hal ini pernah dinyatakan oleh Ratna Rosanti (Staf Subbag Teknis dan Hupmas) di kantor KPU Kota Surabaya (23/11/2016) bahwa prospektif untuk kaum terpelajar, utamanya di kota besar termasuk cukup baik. Penetrasi informasi dari internet menjadi paling cepat untuk menyampaikan pesan.

Media Sosial dalam Bidang Politik sebagai Tempat Dialog Multiarah

Penyampaian pesan yang efektif tersebut menunjukkan bahwa media sosial dalam bidang politik menjadi tempat dialog. Tidak hanya satu arah saja. Melainkan dapat saling berkomunikasi dengan lebih dari dua platform sekaligus. Sebab smartphone saat ini dapat digunakan dengan memanfaatkan beberapa fitur multitasking. Utamanya ini dapat digunakan pada smartphone yang telah menggunakan system operasi 7.0 Nougat.

Komunikasi multiarah dengan menggunakan media sosial, dapat juga berupa banyaknya jenis media sosial. Baik sistem offline maupun online. Terutama dengan sistem online, dapat membuat forum komunikasi lebih luas sebagaimana komunikasi model tradisional. Para calon pemilih kandidat dapat berdialog dengan calon kandidat. Baik secara langsung bertatap muka secara virtual, atau sekedar melalui chat.

Media Sosial dalam Bidang Politik sebagai Penentu Pilihan Politik

Jika sebelumnya perhitungan politik dilaksanakan secara manual, saat ini dapat dilakukan dengan cepat menggunakan media sosial. Survei yang dilaksanakan memberikan gambaran secara kuantitif terhadap pilihan politik masyarakat.

Survei tersebut cukup besar pengaruhnya pada hasil pemilu. Meskipun angka perhitungan belum menentukan seluruh masyarakat. Namun tetap memengaruhi pilihan selanjutnya. Termasuk pengguna media sosial pada kalangan menengah. Sebagaimana dilansir dari jurnalnusantara.id, kalangan ini termasuk kelas dengan segmentasi terbesar internet, yang ingin selalu terhubung dengan berbagai macam media sosial.

Hal lainnya ialah survei politik ini ternyata beragam. Sehingga tetap diperlukan validitas. Mengingat hasil survei ini memiliki pengaruh, maka suatu lembaga survei ini perlu diketahui apakah telah terverifikasi dan tergabung dalam Persepsi (Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia). Jangan sampai pilihan ditentukan hanya karena survei masih diragukan validitasnya.

Media Sosial Efektif untuk Memerkenalkan Kandidat Politik

Bukti nyata kinerja yang tidak banyak diketahui publik akan memengaruhi pilihan selanjutnya. Mengandalkan sistem tradisional saja, mengerahkan kepercayaan massa masih terbilang kurang. Sebab bukti eksis menjadi bagian trend dari media sosial dalam bidang politik.

Untuk kelas menengah yang banyak menggunakan media sosial, akan menjadi jurnalistik aktif melalui dokumentasi foto dan video. Secara aktif trend tersebut memerkenalkan calon kandidat. Terlebih jika calon kandidat memiliki keakraban. Hal ini dapat menambah keeksisan melalui tradisi lisan. Sehingga menggugah rasa penasaran yang lain dengan memperdalam kepercayaan melalui bukti-bukti di media sosial.

Media Sosial dalam Bidang Politik dapat Menarik Simpati

Seringnya mengunggah foto diri dan aktifitas pribadi calon kandidat di media sosial juga memiliki peran penting. Termasuk dalam memerkenalkan diri kepada calon pemilih pemula. Terus up to date kegiatan pribadi harian di media sosial disertai tagar, dapat memudahkan pencarian. Terlebih apabila tagar telah digunakan oleh banyak orang. Sehingga dapat muncul secara alami tanpa harus mencari terlebih dahulu.

Keserupaan emosi pada setiap pengguna media sosial, dapat berpengaruh cepat dalam menarik simpati. Termasuk mengubah persepsi atau citra kandidat yang akan mencalonkan diri. Sehingga citra terbangun tidak sekedar hanya penyampaian pesan semata, melainkan terbukti dari pribadi.

Jelas hal tersebut menjadi portofolio contoh public figure. Dengan begitu masyarakat lebih mudah mengamati setiap kegiatan dari kandidat melalui media sosial dalam bidang politik. Bila dijumpai ketimpangan sosial atau ketidakjujuran dalam kegiatan politik yang dilakukan para calon kandidat, masyarakat dapat menyimpan bukti melalui media sosial.

Media Sosial dalam Bidang Politik sebagai Melek Politik

Gencarnya penggunaan media sosial membuka peluang bagi kaum terpelajar non akademis. Up date terbaru untuk pengguna media sosial di Indonesia melebihi separuh jumlah penduduk Indonesia. Dari jumlah 274,9 juta jiwa, sebanyak 170 juta orang aktif menggunakan media sosial. Data tersebut diperoleh per Januari 2021 yang dirilis dari laporan perusahaan asal Inggris, We Are Social bekerja sama dengan Hootsuite.

Dalam laporan yang dirilis dengan judul Digital 2021: The Latest Insights Inti The State of Digital, yang terbit pada Februari 2021 selanjutnya mengungkapkan berapa waktu penggunaan media sosial per orang di Indonesia. Yakni rata-rata orang menggunakan media selama tiga jam 14 menit. Melihat hal ini, keterbacaan media sosial untuk melek politik dapat lebih besar. Trending topic politik secara tidak langsung mengajarkan pengguna baru untuk berpolitik.

Semua hal tersebut tentang peran media sosial dalam bidang politik dapat dipelajari. Terlebih apabila menggunakan banyak platform yang terhubung dengan akun yang sama. Mau tidak mau pemberitaan politik saat hangat dapat muncul hampir bersamaan. Oleh karena itu, dalam menggunakan media sosial perlu bijak, jangan sampai hanya karena banyak trend, Anda terlena lupa mengecek kebenarannya.  

 

Baca Juga

PT Media Promosi Online

Digital Advertising Agency
Ruko Puri Dago No. A3
Jl. Terusan Jakarta, Antapani
Bandung 40293 - Jawa Barat
Indonesia

Sosial Media

Pembayaran

Pembayaran

Copyright © RajaKomen.com 2022 All Rights Reserved.
Advertiser order Instagram Komen 20
49 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 100
35 menit yang lalu.
Advertiser order Play Store Review 100
26 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 50
18 menit yang lalu.
Advertiser order Instagram Komen 50
48 menit yang lalu.
Advertiser order Instagram Komen 100
14 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 50
41 menit yang lalu.
Advertiser order 1000 subscribers YT
27 menit yang lalu.
Advertiser order Play Store Review 500
26 menit yang lalu.
Advertiser order 1000 subscribers YT
5 menit yang lalu.
Advertiser order IG Live Komen 100
48 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 100 View
27 menit yang lalu.
Advertiser order 50 kampanye posting
12 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 50 View Youtube
54 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Beli Komen Gmaps
36 menit yang lalu.
Advertiser order 100 Beli Komen Gmaps
8 menit yang lalu.
Advertiser order 100 kampanye posting
17 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 100 View Youtube
44 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Twitter Komen
46 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Komen Youtube
18 menit yang lalu.
Advertiser order 20 Komen Detik
41 menit yang lalu.