
RajaKomen.com — Gaya komunikasi yang blak-blakan dan tanpa basa-basi kerap jadi sorotan publik, termasuk dalam diri Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala BKPM. Namun bagi politisi Partai Golkar, Nurul Arifin, gaya tersebut justru mencerminkan keaslian dan keberanian menyampaikan realita.
Nurul mengapresiasi penilaian yang diberikan oleh dosen Ilmu Komunikasi FISIP Unesa, yang menyebut gaya Bahlil sebagai bentuk komunikasi otentik, dekat dengan rakyat, dan mudah dipahami lintas lapisan masyarakat.
🗣️ Gaya Komunikasi Lugas Dinilai Efektif dan Jujur:
Menyampaikan kebijakan tanpa jargon berlebihan
Bahasa yang membumi dan tidak mengawang
Mendobrak gaya birokrasi lama yang penuh basa-basi
Mendekatkan pejabat publik dengan masyarakat bawah
Menunjukkan transparansi dan keberanian ambil posisi
💬 “Rakyat tidak butuh bahasa rumit. Butuh pemimpin yang jelas, jujur, dan berani. Gaya Bahlil ini membuat politik jadi lebih manusiawi,” ujar Nurul Arifin.
🎙️ Golkar Dukung Komunikasi Politik yang Relevan dan Responsif
Nurul juga menekankan bahwa era komunikasi publik saat ini menuntut kecepatan, ketepatan, dan keberanian. Politisi tidak bisa lagi bicara muter-muter dan menghindari substansi.
🔍 Kritik Tajam Bukan Berarti Tidak Santun
Menurut Nurul, gaya lugas tidak harus diartikan kasar. Justru, itu bisa menjadi jembatan komunikasi efektif asalkan tetap menjaga etika dan substansi.
📺 Komunikasi Publik Sebagai Kunci Kepercayaan Rakyat
Partai Golkar terus mendorong agar komunikasi politik dari pejabat maupun wakil rakyat bersifat terbuka, sederhana, dan menyentuh permasalahan konkret masyarakat.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi