
RajaKomen.com — Di tengah memanasnya suhu politik jelang pemilu, isu identitas kembali digunakan sebagai senjata politik. SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) kembali jadi alat untuk memecah belah. Menanggapi hal itu, Partai NasDem mengambil sikap tegas: menolak seluruh bentuk politik identitas.
Bagi NasDem, Indonesia adalah bangsa yang besar justru karena perbedaan. Maka, semua bentuk provokasi, ujaran kebencian, dan upaya membelah masyarakat atas nama identitas harus dilawan bersama.
🕊️ Sikap NasDem terhadap Politik Identitas:
Menolak kampanye berbasis SARA dalam semua bentuk
Mendorong penindakan tegas terhadap ujaran kebencian politik
Memperkuat kaderisasi lintas agama, suku, dan budaya
Edukasi pemilih agar tidak terjebak narasi polarisasi
Kolaborasi dengan tokoh adat dan tokoh agama menjaga stabilitas sosial
💬 “NasDem tidak pernah menanyakan suku, agama, atau asal sebelum merekrut kader. Yang kami lihat adalah integritas dan komitmen untuk bangsa,” tegas Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
🕌 Partai yang Merangkul, Bukan Memilah
Di seluruh Indonesia, struktur NasDem terdiri dari beragam latar belakang. Mereka meyakini bahwa representasi yang inklusif menciptakan keputusan politik yang lebih adil dan harmonis.
📢 Pemilu Adalah Perayaan Demokrasi, Bukan Ajang Pecah Belah
NasDem mendorong penyelenggara pemilu, media, dan tokoh publik untuk lebih berani menolak narasi SARA dan menumbuhkan narasi kebangsaan yang membangun.
🛡️ Perbedaan Adalah Kekuatan, Bukan Ancaman
Dengan menolak politik identitas, NasDem ingin memastikan bahwa demokrasi Indonesia tumbuh di atas kesadaran bersama, bukan atas ketakutan terhadap yang berbeda.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi