
RajaKomen.com — Menjelang tahun politik, Partai NasDem mengambil langkah proaktif untuk menghadang tsunami informasi palsu di dunia maya. Melalui gerakan Literasi Digital untuk Demokrasi, NasDem mengajak masyarakat melek informasi, cerdas bermedia sosial, dan tidak mudah terhasut hoaks atau kampanye hitam yang kian masif menjelang pemilu.
NasDem menilai bahwa polarisasi politik yang tajam sering kali dipicu oleh informasi menyesatkan, meme provokatif, hingga propaganda berbasis kebencian yang disebar secara sistematis.
📲 Gerakan Literasi Digital NasDem:
Pelatihan cek fakta bagi kader dan relawan
Workshop pembuatan konten edukatif untuk media sosial
Kolaborasi dengan komunitas digital dan jurnalis independen
Kampanye anti hoaks via TikTok, Instagram, dan WhatsApp
Penyediaan materi edukasi untuk sekolah dan pesantren
💬 “Demokrasi tidak akan tumbuh di tanah yang dipenuhi kebohongan. Kita harus pastikan publik punya akses informasi yang benar,” ujar salah satu pengurus Bappilu NasDem.
🔍 Fokus pada Daerah Rawan Polarisasi
NasDem memetakan daerah dengan intensitas hoaks tinggi dan memprioritaskan edukasi langsung di sana. Kader diberi tugas untuk menjadi agen penyeimbang informasi, termasuk melaporkan akun penyebar hoaks ke otoritas digital.
🎯 Target: Masyarakat Bisa Verifikasi Sendiri Informasi
Dengan membekali warga cara mengenali berita bohong, foto editan, dan narasi palsu, NasDem berharap masyarakat tak lagi menjadi korban atau penyebar informasi sesat.
🌐 Partai yang Siap Bertarung Secara Bermartabat
Kampanye digital NasDem mengedepankan gagasan, rekam jejak, dan program konkret. Bukan narasi kebencian atau saling menjatuhkan. Ini adalah bagian dari komitmen NasDem membangun demokrasi yang cerdas, sehat, dan santun.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi