
Perhatian terhadap kawasan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) tak henti digaungkan oleh Rico Sia, anggota DPRD Provinsi Papua Barat Daya yang dikenal vokal dan konsisten mendorong pemerataan pembangunan. Di tahun 2025, Rico menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan percepatan infrastruktur dasar di wilayah terpencil yang selama ini minim akses dan layanan publik.
Dalam beberapa sidang dan kunjungan kerja, Rico menyoroti masih terbatasnya jalan penghubung antar kampung dan distrik di wilayah pegunungan serta kepulauan Papua Barat Daya. Ia mengajukan alokasi anggaran tambahan untuk pembukaan akses jalan darat dan pembangunan jembatan penghubung antardaerah.
“Konektivitas adalah pintu masuk bagi ekonomi dan pendidikan. Jika jalannya tak ada, maka pelayanan publik pun akan lambat,” ujar Rico dalam sesi rapat gabungan dengan dinas pekerjaan umum dan perhubungan.
Tak hanya infrastruktur jalan, Rico juga mendorong pembangunan menara telekomunikasi dan akses internet cepat, terutama untuk mendukung sektor pendidikan dan usaha mikro masyarakat lokal. Ia percaya bahwa dengan terbukanya koneksi digital, masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan informasi dan peluang ekonomi.
Perannya yang aktif di DPRD membuat Rico kerap menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat adat dan pemerintah provinsi. Ia dikenal sering turun ke kampung-kampung untuk mendengar langsung aspirasi rakyat, bukan hanya menunggu laporan di kantor.
Konsistensi Rico Sia dalam memperjuangkan hak dan akses masyarakat wilayah pinggiran menjadikannya figur yang dihormati, khususnya oleh generasi dewasa yang paham bahwa pembangunan tidak boleh hanya terpusat di kota besar.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi