
RajaKomen.com — Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga terampil dan siap pakai di dunia kerja. Muhamad Misbakhun, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, menyampaikan bahwa pendidikan vokasi harus benar-benar mencerminkan kebutuhan riil dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Menurut Misbakhun, masih banyak lulusan SMK atau politeknik yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kurikulum belum sepenuhnya selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.
🎓 Golkar Dorong Pembaruan Sistem Vokasi Melalui:
Kemitraan wajib antara sekolah vokasi dengan perusahaan industri
Kurikulum berbasis kompetensi kerja terkini
Program magang industri skala nasional
Standarisasi sertifikasi lulusan yang diakui sektor swasta
Dukungan fasilitas dan alat praktik sesuai teknologi terbaru
💬 “Lulusan SMK seharusnya tidak lagi menunggu kerja. Mereka harus langsung diserap industri karena sudah siap skill dan attitude-nya,” tegas Misbakhun.
🏭 Industri Wajib Terlibat dalam Perancangan Kurikulum
Misbakhun menyebut keterlibatan pelaku industri penting agar pembelajaran di sekolah tidak ketinggalan zaman.
📈 Vokasi Jadi Solusi Kurangi Pengangguran Muda
Data menunjukkan bahwa pengangguran terbuka banyak berasal dari lulusan muda. Pendidikan vokasi yang tepat sasaran akan menjadi kunci mengatasi hal itu.
🛠️ Golkar Dorong SMK dan Politeknik Jadi Basis Inovasi Lokal
Misbakhun ingin lembaga vokasi tidak hanya mencetak pekerja, tapi juga inovator dan pengusaha kecil dari daerah masing-masing.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi
LIVE