
RajaKomen.com | Meskipun terlihat seragam, QRIS sebenarnya memiliki beberapa jenis atau model penggunaan yang berbeda. Memahami jenis-jenis QRIS seperti Statis, Dinamis, dan bagaimana pembayaran dilakukan dalam Merchant Presented Mode (MPM) atau Customer Presented Mode (CPM) akan membantu Anda sebagai konsumen maupun pelaku usaha untuk bertransaksi dengan lebih cerdas dan efisien.
Ini adalah jenis QRIS yang paling sering Anda temui di warung-warung kecil, toko, atau kafe.
Bentuk: Kode QRIS yang dicetak di stiker atau akrilik, dan dipajang secara permanen di meja kasir atau dekat area pembayaran. Kode ini tidak berubah untuk setiap transaksi.
Cara Penggunaan:
Untuk Pembeli: Pembeli memindai kode QRIS, lalu memasukkan sendiri nominal pembayaran yang harus dibayarkan di aplikasi pembayaran mereka.
Untuk Pedagang: Pedagang hanya perlu memajang kode QRIS dan menunggu notifikasi pembayaran masuk ke smartphone atau dashboard mereka.
Cocok Untuk: UMKM mikro, pedagang kaki lima, warung makan, toko kecil, atau tempat yang memiliki volume transaksi tidak terlalu tinggi.
Keunggulan: Mudah disiapkan, biaya rendah (cukup cetak stiker).
Kekurangan: Ada potensi kesalahan nominal pembayaran jika pembeli salah memasukkan angka. Pedagang harus memastikan nominal yang masuk sesuai.
QRIS Dinamis biasanya ditemukan di merchant dengan volume transaksi tinggi atau yang menggunakan sistem kasir (POS) dan mesin EDC.
Bentuk: Kode QRIS yang muncul di layar mesin EDC, display kasir, atau dicetak langsung dari printer setiap kali ada transaksi. Kode ini berubah untuk setiap transaksi yang berbeda.
Cara Penggunaan:
Untuk Pembeli: Pembeli memindai kode QRIS. Nominal pembayaran sudah otomatis muncul di aplikasi pembayaran mereka, sehingga pembeli hanya perlu konfirmasi.
Untuk Pedagang: Kasir memasukkan nominal pembayaran ke sistem POS/EDC, lalu QRIS otomatis muncul dengan nominal yang benar. Pedagang menerima notifikasi pembayaran.
Cocok Untuk: Supermarket, restoran besar, toko retail modern, atau merchant dengan sistem POS yang terintegrasi.
Keunggulan: Sangat minim risiko kesalahan nominal, proses lebih cepat, cocok untuk volume transaksi tinggi.
Kekurangan: Membutuhkan investasi lebih pada perangkat (mesin EDC atau sistem POS).
Selain jenis Statis dan Dinamis, ada juga model pembayaran yang menjelaskan siapa yang "menyajikan" kode QR dan siapa yang "memindai".
a. Merchant Presented Mode (MPM)
Ini adalah model yang paling umum.
Cara Kerja: Pedagang (Merchant) yang menampilkan atau memajang kode QRIS-nya (baik Statis maupun Dinamis). Pembeli (Customer) yang memindai kode tersebut menggunakan aplikasi pembayaran mereka.
Contoh: Anda datang ke warung bakso, di meja kasir ada stiker QRIS. Anda scan stiker itu.
b. Customer Presented Mode (CPM)
Mode ini kebalikannya dari MPM.
Cara Kerja: Pembeli (Customer) yang menampilkan kode QR dari aplikasi pembayaran mereka, lalu pedagang (Merchant) yang memindai kode QR tersebut menggunakan alat pemindai khusus (misalnya mesin EDC atau aplikasi scanner).
Contoh: Anda ingin membayar di sebuah toko, lalu Anda membuka aplikasi pembayaran Anda dan menampilkan kode QR (misalnya fitur "Bayar" atau "Tunjukkan Kode"). Kasir toko yang akan scan kode QR di HP Anda.
Penggunaan: Umumnya digunakan pada toko retail modern atau transportasi yang memiliki alat pemindai sendiri.
Memahami jenis dan model QRIS ini akan membuat pengalaman transaksi digital Anda semakin lancar dan Anda bisa memilih metode yang paling efisien, baik sebagai pembeli maupun pelaku usaha.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi