
RajaKomen.com — Indonesia tengah memasuki era transisi energi, dari dominasi energi fosil menuju pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Namun, proses ini menurut Lamhot Sinaga, anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Golkar, harus dilakukan dengan pendekatan yang berkeadilan, tidak terburu-buru, dan tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan lingkungan dan ekonomi masyarakat.
Ia menyoroti pentingnya roadmap nasional yang jelas dan kolaboratif agar transisi energi tidak hanya menguntungkan segelintir pihak, melainkan berdampak luas bagi seluruh rakyat Indonesia.
⚡ Prinsip Transisi Energi yang Ditegaskan Golkar:
Energi baru dan terbarukan (EBT) harus inklusif dan terjangkau
Peran swasta dan masyarakat lokal perlu diperluas
Wilayah penghasil energi fosil harus disiapkan untuk transformasi ekonomi
Penyiapan SDM energi hijau secara masif
Komitmen nasional harus sejalan dengan kepentingan pembangunan daerah
💬 “Transisi energi bukan hanya soal teknologi, tapi soal nasib jutaan pekerja dan masyarakat yang hidup dari sektor energi fosil,” ujar Lamhot.
🌱 Golkar: Keberlanjutan Harus Dibarengi Keadilan Sosial
Golkar menekankan bahwa jangan sampai transisi energi justru memperlebar kesenjangan. Maka diperlukan kebijakan afirmatif untuk daerah-daerah yang akan terkena dampak perubahan industri energi.
🔋 Dukungan untuk Inovasi dan Investasi Energi Terbarukan
Lamhot juga mendorong penciptaan ekosistem yang ramah bagi inovator lokal dan investor energi hijau, termasuk percepatan proyek PLTS, PLTA, dan bioenergi.
🤝 Pemerintah Diminta Libatkan Masyarakat Sejak Awal
Menurutnya, partisipasi publik sangat penting agar program transisi energi mendapat dukungan dan tidak menimbulkan konflik di lapangan.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi