
Tahun 2025 dibuka dengan semangat baru dari DPRD Provinsi Riau, terutama dari Ketua DPRD Yulisman, yang menunjukkan perhatian besar terhadap penguatan peran desa dalam pembangunan daerah. Melalui program legislasi inisiatif, Yulisman menggarisbawahi pentingnya peraturan daerah yang benar-benar berpihak kepada masyarakat desa, bukan hanya bersifat administratif.
Dalam rapat kerja awal tahun di Gedung DPRD Riau, Yulisman menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa lagi hanya dipusatkan di kota-kota besar. “Akar kekuatan ekonomi dan sosial kita ada di desa. Kita tidak bisa biarkan mereka hanya jadi penonton pembangunan,” ujarnya.
Salah satu prioritasnya adalah mendorong Perda Pemberdayaan Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal, yang mencakup penguatan BUMDes, insentif pajak untuk usaha mikro di desa, serta sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam membina desa wisata dan desa pertanian mandiri.
Langkah ini dinilai strategis, mengingat banyak desa di Riau memiliki potensi kelapa sawit, karet, ikan air tawar, hingga kerajinan tangan yang belum tergarap maksimal. Yulisman ingin memastikan bahwa potensi ini tidak hanya dikenal, tetapi diolah, dipasarkan, dan menghasilkan manfaat ekonomi langsung untuk masyarakat.
Lebih lanjut, ia juga menggagas pembentukan Forum Legislasi Desa, wadah komunikasi antara DPRD, kepala desa, dan tokoh masyarakat dalam menyusun draf peraturan daerah yang lebih partisipatif dan akurat sesuai kebutuhan lapangan.
Ketua DPRD yang dikenal tenang namun tegas ini berharap bahwa dalam lima tahun ke depan, Riau bisa menjadi provinsi percontohan dalam hal sinergi legislatif dan desa. Ia juga membuka pintu dialog terbuka dengan akademisi dan pelaku usaha yang ingin berkolaborasi dalam pembentukan perda yang berdampak nyata.
Di mata masyarakat dan pengamat politik lokal, Yulisman menjadi contoh pemimpin yang tidak hanya hadir di ruang sidang, tetapi juga turun langsung ke desa-desa, mendengar, mencatat, dan bertindak.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi