
RajaKomen.com — Dalam mendorong pemerataan pendidikan nasional, guru di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi ujung tombak utama. Hetifah Sjaifudian, Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, menegaskan bahwa pemerintah harus menempatkan penguatan guru di wilayah terpencil sebagai prioritas utama.
Menurutnya, tanpa guru yang berkualitas dan sejahtera, transformasi pendidikan melalui kurikulum atau digitalisasi tak akan berjalan optimal di daerah.
📍 Permasalahan Guru di Wilayah 3T:
Kurangnya tenaga pendidik yang mau ditempatkan secara permanen
Keterbatasan fasilitas dan infrastruktur penunjang
Akses pelatihan dan pengembangan profesi yang minim
Insentif dan tunjangan daerah yang belum merata
Ketimpangan digital dalam proses belajar-mengajar
💬 “Jangan bicara pendidikan yang maju kalau guru di daerah terpencil masih bertahan dengan gaji minim dan sekolah rusak,” tegas Hetifah.
🏫 Golkar Dorong Kebijakan Afirmasi Guru Wilayah Terpencil
Fraksi Golkar mengusulkan agar guru di 3T mendapat skema insentif khusus dan jaminan karier, agar mereka merasa dihargai dan bersedia menetap lebih lama.
📡 Pelatihan Digital dan Dukungan Teknologi
Di era digital, Hetifah menekankan pentingnya pelatihan daring dan penyediaan perangkat belajar digital untuk guru di daerah, sehingga mereka tidak tertinggal dalam inovasi pembelajaran.
🤝 Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah Diperkuat
Pemerintah pusat juga diminta lebih proaktif dalam membangun kerja sama dengan pemda untuk mengatasi hambatan logistik dan administrasi penempatan guru.
🌱 Guru 3T adalah Penjaga Masa Depan Bangsa
Hetifah menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa keadilan pendidikan hanya akan tercapai bila anak-anak di pelosok negeri mendapatkan guru yang berkualitas dan penuh semangat.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi