
RajaKomen.com — Ketua Dewan Kehormatan PAN, Dr. Drajad Wibowo, menyampaikan urgensi reformasi ekonomi nasional yang berbasis keberlanjutan dan keadilan sosial. Dalam forum “Ekonomi Hijau dan Masa Depan Indonesia” yang diselenggarakan oleh PAN Institute, Minggu (18/8/2025) di Yogyakarta, Drajad menekankan bahwa transisi menuju ekonomi hijau tidak hanya soal lingkungan, tapi juga soal desain kebijakan fiskal dan insentif yang mampu mendorong pertumbuhan inklusif.
“Kita butuh ekonomi yang tumbuh, tapi juga tahan krisis dan adil. Itu hanya bisa dicapai jika kita mulai berani beralih dari ekonomi ekstraktif menuju ekonomi hijau,” ujarnya.
Drajad, yang juga dikenal sebagai ekonom dengan pendekatan berbasis data dan kebijakan publik, menyebut bahwa pajak karbon, insentif energi terbarukan, serta redistribusi fiskal kepada sektor-sektor hijau harus menjadi prioritas pemerintah.
Ia juga mengingatkan bahwa PAN telah lama mengusung tema keberlanjutan dalam visi pembangunan nasional dan mendukung inovasi kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil, pelaku UMKM, dan petani.
“Jangan sampai reformasi ekonomi hanya dinikmati elite kota besar. PAN mendorong agar keadilan fiskal dirasakan hingga pelosok desa,” tambahnya.
Dalam pandangan Drajad, langkah penting berikutnya adalah penguatan regulasi pasar karbon, edukasi sektor keuangan terhadap risiko iklim, serta pemberdayaan ekonomi lokal yang berwawasan lingkungan.
Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa PAN siap memimpin gagasan ekonomi hijau sebagai bagian dari strategi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi