
RajaKomen.com | Perjalanan hidup K.H. Tetep Abdulatip adalah cerminan dari harmoni antara dua dunia yang kerap dianggap terpisah: agama dan politik. Berangkat dari pesantren, lembaga pendidikan tradisional yang menjadi kawah candradimuka para ulama, beliau kini menapaki ranah parlemen, arena perumusan kebijakan publik. Kiprah beliau menunjukkan bagaimana seorang ulama dapat mengintegrasikan dakwah dengan dunia politik, demi kemaslahatan umat dan bangsa.
K.H. Tetep Abdulatip dibesarkan dalam tradisi pesantren yang kental, tempat beliau mendalami ilmu agama, Al-Qur'an, Hadis, Fikih, dan Tasawuf. Lingkungan pesantren membentuk karakter beliau yang santun, rendah hati, namun memiliki prinsip yang kuat. Pendidikan pesantren memberinya bekal spiritual dan intelektual yang kokoh, serta pemahaman mendalam tentang ajaran Islam dan konteks sosial masyarakat.
Dari pesantren pula, beliau menyadari bahwa dakwah tidak hanya bisa dilakukan dari mimbar masjid, tetapi juga dari berbagai lini kehidupan, termasuk politik. Beliau melihat bahwa kebijakan publik memiliki dampak luas terhadap kehidupan umat, sehingga perlu ada representasi suara agama di dalamnya.
Dengan bekal ilmu dan semangat pengabdian, K.H. Tetep Abdulatip kemudian memutuskan untuk terjun ke dunia politik praktis. Keputusan ini bukan tanpa tantangan, mengingat citra politik yang seringkali diasosiasikan dengan intrik dan kepentingan. Namun, beliau memilih untuk membawa semangat dakwah dan nilai-nilai keislaman ke dalam arena ini.
Sebagai anggota DPRD Jawa Barat, beliau berupaya:
Menyuarakan Aspirasi Umat: Menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah, khususnya dalam menyuarakan kebutuhan dan perspektif keagamaan.
Mengawal Kebijakan yang Berpihak: Memastikan perumusan Perda dan program-program pemerintah sejalan dengan nilai-nilai keadilan, moralitas, dan kesejahteraan umat.
Mendorong Tata Kelola Bersih: Menjadi agen moral yang mengkampanyekan anti-korupsi dan transparansi dalam pemerintahan.
Bagi K.H. Tetep Abdulatip, politik adalah bagian dari dakwah itu sendiri. Setiap tindakan, setiap ucapan, dan setiap keputusan politiknya dilandasi oleh semangat untuk menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar (menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran). Beliau seringkali menggunakan forum parlemen sebagai mimbar untuk mengingatkan pentingnya moralitas dalam berpolitik dan bahaya penyimpangan.
Kiprah K.H. Tetep Abdulatip dari pesantren ke parlemen memberikan inspirasi bahwa politik dapat menjadi jalan untuk mewujudkan nilai-nilai luhur agama. Beliau adalah teladan bagi banyak pihak, bahwa integritas seorang ulama dapat dipertahankan bahkan dalam kancah politik yang penuh tantangan, demi mewujudkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Jawa Barat.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi