
RajaKomen.com | Anda mungkin akrab dengan logo kucing melompat, sepatu Suede, atau kolaborasi ikonik mereka. Tapi di balik citra brand olahraga dan fashion global yang kita kenal, ada banyak cerita menarik dan fakta unik tentang PUMA yang mungkin belum kamu tahu. Dari persaingan sengit dalam keluarga hingga inovasi yang mengubah permainan, PUMA punya sejarah yang penuh warna.
Mari kita bongkar 10 fakta unik yang akan membuat Anda lebih menghargai brand yang satu ini!
Ini adalah fakta paling terkenal namun tetap unik: PUMA didirikan oleh Rudolf Dassler pada tahun 1948. Sebelumnya, ia bersama saudaranya, Adolf "Adi" Dassler, mendirikan "Gebrüder Dassler Schuhfabrik" (Dassler Brothers Shoe Factory). Karena perselisihan yang intens, mereka berpisah. Adi kemudian mendirikan Adidas, sementara Rudolf mendirikan PUMA. Persaingan antara dua brand ini berlangsung sengit selama puluhan tahun, bahkan sampai ke Olimpiade.
Saat Rudolf Dassler berpisah dari saudaranya, ia awalnya ingin menamai brand-nya "Ruda", singkatan dari namanya, RUdolf DAssler. Namun, ia kemudian mengubahnya menjadi "PUMA Schuhfabrik Rudolf Dassler" yang lebih dinamis, terinspirasi dari hewan Puma (cougar) yang cepat dan lincah.
PUMA Suede, yang dirilis pada tahun 1968, adalah salah satu sepatu paling ikonik sepanjang masa. Awalnya didesain sebagai sepatu basket, ia dengan cepat diadopsi oleh budaya street, terutama di kalangan breakdancer dan komunitas hip-hop di tahun 70-an dan 80-an. Kesederhanaan, kenyamanan, dan bahannya yang awet menjadikannya staple di jalanan.
Salah satu momen marketing terbesar PUMA adalah ketika legenda sepak bola Pelé berhenti sejenak sebelum kick-off final Piala Dunia 1970 untuk mengikat tali sepatu PUMA King-nya. Adegan ini ditayangkan secara global dan menjadi salah satu bentuk product placement paling efektif di sejarah olahraga. Konon, ini adalah bagian dari kesepakatan rahasia yang ia miliki dengan PUMA.
Pada tahun 1986, PUMA merilis RS-Computer, salah satu "sepatu pintar" pertama di dunia. Sepatu ini memiliki chip komputer kecil di bagian tumit yang bisa merekam data lari seperti jarak, waktu, dan kalori. Data tersebut kemudian bisa diunduh ke komputer Apple IIe atau Commodore 64 melalui kabel 16-pin. Jauh sebelum era wearable technology modern!
PUMA adalah salah satu brand sportswear pertama yang berani berkolaborasi dengan desainer fashion mewah. Pada tahun 1998, mereka bermitra dengan desainer asal Jerman, Jil Sander, untuk menciptakan koleksi sepatu yang lebih high-end. Ini terjadi jauh sebelum kolaborasi antara sportswear dan high-fashion menjadi tren global.
Sprinter tercepat di dunia, Usain Bolt, adalah wajah paling dikenal dari PUMA. Ia telah menjadi duta merek selama bertahun-tahun dan sering terlihat mengenakan sepatu PUMA di setiap balapan yang memecahkan rekor dunia. Kemitraan ini sangat ikonik dan mengukuhkan citra PUMA sebagai brand yang identik dengan kecepatan.
Pada tahun 1960-an, PUMA pernah mengembangkan sepatu untuk astronot Jerman, Ulf Merbold, yang merupakan bagian dari misi Spacelab-1 NASA pada tahun 1983. Meskipun tidak sepenuhnya fashion item, ini menunjukkan jangkauan inovasi PUMA yang luar biasa.
Setelah sempat absen dari pasar sepatu basket selama bertahun-tahun, PUMA membuat comeback besar pada tahun 2018. Mereka berhasil merekrut beberapa talenta muda NBA yang menjanjikan, seperti Deandre Ayton dan Marvin Bagley III, serta menunjuk JAY-Z sebagai Creative Director untuk divisi basket mereka. Langkah ini sukses mengembalikan PUMA ke relevansinya di dunia basket.
PUMA memiliki komitmen kuat terhadap keberlanjutan. Mereka telah meluncurkan berbagai inisiatif untuk mengurangi dampak lingkungan, termasuk penggunaan material daur ulang dan program-program yang berfokus pada etika produksi. Inisiatif "Forever Better" mereka adalah bukti nyata upaya ini.
Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa PUMA bukan hanya sekadar brand olahraga, tetapi juga entitas yang kaya sejarah, inovasi, dan memiliki pengaruh besar dalam budaya.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi