
RajaKomen.com — Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, H. Yahya Zaini, SH, mengusulkan pembaruan kurikulum Pendidikan Pancasila di sekolah dan perguruan tinggi agar lebih kontekstual dengan tantangan kekinian, terutama di era digital dan masyarakat yang semakin kompleks. Dalam rapat dengar pendapat dengan Kemendikbudristek, Jumat (18/7/2025), Yahya menekankan bahwa penguatan ideologi bangsa harus mampu menjangkau cara berpikir generasi muda yang kini hidup di tengah banjir informasi.
“Pancasila bukan sekadar hafalan, tapi harus jadi kompas dalam bersosial, berbangsa, dan berperilaku digital,” ujar Yahya.
Ia menyarankan agar materi Pancasila tidak lagi diajarkan secara tekstual dan normatif semata, tetapi melalui pendekatan yang aplikatif, seperti studi kasus kehidupan sosial, konten kreatif, dan diskusi antarbudaya. Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai dari ruang kelas yang membentuk kebiasaan kritis, toleran, dan berpikir kebangsaan.
Yahya juga menekankan pentingnya pelatihan guru agar mampu menyampaikan nilai-nilai Pancasila dengan cara yang kreatif dan tidak membosankan. Ia meminta Kemendikbudristek bekerja sama dengan tokoh agama, komunitas digital, dan pelaku pendidikan nonformal untuk membumikan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Golkar ingin Pancasila tidak hanya hidup di dokumen negara, tapi hadir di setiap lini kehidupan generasi muda kita,” tegasnya.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi