
Di tengah laju digitalisasi nasional, Hendri Septa, Wali Kota Padang, tampil progresif dengan pendekatan yang unik. Ia tidak hanya mendorong konsep smart city, tetapi juga menekankan pentingnya integrasi teknologi dengan kearifan lokal Minangkabau.
Melalui program “Padang Smart & Local”, Hendri mengarahkan kota ini untuk mengembangkan sistem pelayanan publik digital yang efisien, seperti aplikasi layanan kependudukan, pelaporan infrastruktur rusak, hingga pemantauan banjir berbasis sensor. Semua dirancang dengan antarmuka yang mudah dipahami oleh warga dari berbagai latar belakang usia.
Yang membedakan Padang dari kota-kota pintar lainnya adalah bagaimana pemerintahannya menggabungkan nilai budaya lokal ke dalam sistem teknologi. Salah satunya, aplikasi "Silek Digital" yang digunakan untuk pelatihan bela diri tradisional Minang secara daring, mendapat sambutan hangat dari warga dan pelajar.
“Teknologi tidak harus meninggalkan akar budaya. Justru, dengan digitalisasi kita bisa memperkuat identitas daerah,” ujar Hendri dalam forum inovasi daerah baru-baru ini.
Selain pelayanan publik, Hendri juga mengoptimalkan potensi UMKM Padang dengan platform digital yang membantu promosi dan pemasaran produk ke pasar nasional. Langkah ini berhasil meningkatkan omzet pelaku usaha lokal hingga 40% dalam setahun terakhir.
Dengan pendekatan modern yang tetap menghargai nilai lokal, Hendri Septa menjadi contoh pemimpin daerah yang tidak hanya berpikir ke depan, tetapi juga membumi. Ia berhasil menjembatani kebutuhan teknologi generasi kini dengan semangat tradisi yang tetap hidup.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi