
RajaKomen.com — Anggota DPR RI Fraksi PAN, Totok Daryanto, kembali menegaskan pentingnya pemerataan akses pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Dalam rapat dengar pendapat Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan, Kamis (1/8/2025), Totok menyoroti kondisi sekolah di wilayah 3T (tertinggal, terluar, terdepan) yang masih jauh dari kata layak.
“Kita tidak bisa bicara SDM unggul kalau anak-anak di perbatasan belum punya guru tetap, belum punya buku yang layak, bahkan listrik pun masih terbatas,” ujarnya.
Totok menyampaikan bahwa PAN sejak awal konsisten memperjuangkan alokasi anggaran pendidikan yang adil, khususnya untuk pembangunan dan penguatan layanan pendidikan di daerah-daerah pinggiran yang minim fasilitas.
Ia juga menekankan bahwa teknologi pendidikan harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan wilayah. Program digitalisasi sekolah harus disertai pelatihan guru dan penyediaan perangkat memadai, bukan hanya formalitas proyek pengadaan.
“Jangan biarkan anak-anak Indonesia terlahir dalam ketimpangan pendidikan hanya karena tempat tinggal mereka jauh dari kota,” tegasnya.
Menurut Totok, PAN mendorong agar skema afirmatif seperti BOS Afirmasi dan Tunjangan Guru Daerah Khusus benar-benar diawasi implementasinya, agar tidak berhenti di atas kertas.
Ia juga mengapresiasi kerja keras para guru honorer dan relawan pendidikan yang tetap mengajar dengan dedikasi tinggi meski dalam kondisi minim. Totok menyerukan agar penghargaan dan insentif kepada mereka ditingkatkan secara konkret.
Sebagai penutup, Totok menegaskan bahwa PAN akan terus mengawal kebijakan pendidikan agar berpihak kepada mereka yang paling membutuhkan, dengan prinsip keadilan sosial dan kesetaraan hak belajar.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi