Suryadi Jaya Purnama dari PKS Kritik Rencana Privatisasi Aset Negara yang Dianggap Merugikan Kepentingan Publik

Blog » Suryadi Jaya Purnama dari PKS Kritik Rencana Privatisasi Aset Negara yang Dianggap Merugikan Kepentingan Publik
 Suryadi Jaya Purnama dari PKS Kritik Rencana Privatisasi Aset Negara yang Dianggap Merugikan Kepentingan Publik

RajaKomen.com — Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Suryadi Jaya Purnama, mengkritik keras rencana pemerintah yang akan melepas sebagian kepemilikan negara atas beberapa BUMN strategis melalui skema privatisasi. Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (29/6/2025), ia menyatakan bahwa kebijakan ini justru berpotensi merugikan kepentingan publik dan melemahkan kontrol negara atas sektor-sektor vital.

“Privatisasi bukan solusi jangka panjang. Jangan sampai demi pemasukan jangka pendek, kita kehilangan kontrol atas infrastruktur dan layanan publik strategis,” tegas Suryadi.

Menurutnya, aset negara seperti pelabuhan, bandara, energi, dan telekomunikasi harus tetap berada di bawah penguasaan negara karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Ia mengingatkan bahwa praktik privatisasi pada masa lalu seringkali menghasilkan monopoli baru yang merugikan rakyat, bukan meningkatkan efisiensi.

PKS, lanjutnya, mendorong penguatan tata kelola BUMN tanpa harus menyerahkan kendali kepada swasta atau asing. Suryadi juga menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan aset negara agar tidak menjadi celah korupsi.

“Jika ada masalah di BUMN, benahi manajemennya, bukan langsung dijual. Kita harus menjaga kedaulatan ekonomi, bukan melepasnya sedikit demi sedikit,” ujarnya.

Ia mendesak agar DPR dilibatkan secara penuh dalam pengambilan keputusan privatisasi dan meminta adanya kajian independen untuk menilai dampak jangka panjang terhadap masyarakat.

Baca Juga

Rajakomen.com

Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia

Sosial Media

Pembayaran

Pembayaran

Jaringan Kami

Rajamonitoring
Copyright © RajaKomen.com 2026 All Rights Reserved.
Advertiser order Instagram Komen 20
6 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 100
30 menit yang lalu.
Advertiser order Play Store Review 100
7 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 50
7 menit yang lalu.
Advertiser order Instagram Komen 50
21 menit yang lalu.
Advertiser order Instagram Komen 100
32 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 50
51 menit yang lalu.
Advertiser order 1000 subscribers YT
21 menit yang lalu.
Advertiser order Play Store Review 500
25 menit yang lalu.
Advertiser order 1000 subscribers YT
37 menit yang lalu.
Advertiser order IG Live Komen 100
26 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 100 View
55 menit yang lalu.
Advertiser order 50 kampanye posting
47 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 50 View Youtube
53 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Beli Komen Gmaps
6 menit yang lalu.
Advertiser order 100 Beli Komen Gmaps
55 menit yang lalu.
Advertiser order 100 kampanye posting
46 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 100 View Youtube
51 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Twitter Komen
16 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Komen Youtube
57 menit yang lalu.
Advertiser order 200 Komen Detik
35 menit yang lalu.
Advertiser order Share TikTok 100
48 menit yang lalu.
Advertiser order Share Twitter 100
39 menit yang lalu.
Advertiser order Kampanye Posting di TikTok 200
24 menit yang lalu.
Advertiser order Kampanye Posting di Twitter 100
53 menit yang lalu.