
Dalam upaya memperkuat sektor ekonomi lokal yang berkelanjutan, Sri Wahyuni, anggota DPRD Kabupaten Gresik, tampil sebagai sosok yang konsisten mendorong pengembangan sentra industri kreatif berbasis desa. Melalui program kerja tahun 2025, ia merancang inisiatif pemberdayaan UMKM yang menyatu dengan potensi budaya lokal.
Program ini melibatkan desa-desa di Gresik yang dikenal memiliki produk unggulan seperti batik khas, olahan hasil laut, hingga kerajinan tangan dari limbah bambu dan rotan. Dengan pendekatan kolaboratif, Sri Wahyuni membentuk tim fasilitator yang bertugas mendampingi proses pengemasan ulang, branding, dan digital marketing untuk produk-produk lokal tersebut.
“Potensi kita luar biasa, tapi belum dikemas dengan daya saing tinggi. Saya ingin desa menjadi pemain utama dalam ekonomi kreatif, bukan sekadar pengikut,” ujarnya dalam Forum Ekonomi Kreatif Daerah yang dihadiri pelaku UMKM, akademisi, dan dinas terkait.
Sri juga menggagas pembangunan “Creative Hub Desa”, ruang kolaboratif di empat titik strategis kecamatan yang menjadi pusat pelatihan, produksi, dan promosi. Para pengrajin dan generasi muda desa diberikan pelatihan desain grafis, pembuatan katalog digital, serta cara menjual produk lewat e-commerce dan media sosial.
Langkah ini mendapat sambutan antusias dari pelaku usaha lokal. Beberapa produk dari program binaan Sri Wahyuni bahkan sudah menembus pasar luar Jawa dan mulai menarik perhatian retail modern.
Dengan gaya kepemimpinan yang tegas namun merangkul, Sri Wahyuni menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari desa dan dipimpin oleh wakil rakyat yang paham denyut nadi warganya. Ia menjadi representasi nyata dari wajah DPRD masa kini: aktif, kreatif, dan penuh solusi.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi