
RajaKomen.com — Anggota DPR RI Fraksi PKS, Riyono, yang dikenal luas dengan sapaan ‘Caping’, menyampaikan kritik tajam atas kebijakan yang mengatur kawasan konservasi di Raja Ampat, Papua Barat Daya. Menurutnya, kebijakan itu mengancam kehidupan nelayan tradisional dan masyarakat adat yang selama ini menjaga ekosistem dengan kearifan lokal.
💬 “Kebijakan konservasi seharusnya tidak menjadi alat penggusuran terselubung. Kita harus pastikan bahwa masyarakat adat Papua dan nelayan tradisional tetap punya ruang hidup dan hak atas lautnya sendiri,” tegas Caping dalam keterangannya di Jakarta.
🌊 Masalah yang Dikeluhkan Masyarakat:
Pembatasan aktivitas penangkapan ikan oleh nelayan lokal
Biaya masuk kawasan konservasi yang tinggi
Kurangnya pelibatan masyarakat adat dalam pengambilan kebijakan
Ancaman kehilangan mata pencaharian turun-temurun
🧭 PKS Dorong Konservasi yang Berkeadilan
Riyono menekankan bahwa Fraksi PKS mendukung pelestarian lingkungan, namun harus dilakukan dengan prinsip keadilan sosial dan partisipasi masyarakat lokal.
📢 “Kita tidak bisa membangun ekowisata dengan mengorbankan warga yang sudah menjaga wilayah itu jauh sebelum pemerintah hadir,” tambahnya.
👣 Peran Masyarakat Adat dalam Menjaga Alam
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat adat Papua adalah pelindung pertama ekosistem laut, dan selama ini terbukti mampu menjaga keberlanjutan laut secara turun-temurun tanpa merusak habitat.
🏛️ Riyono Akan Sampaikan Aspirasi ke Kementerian Terkait
Caping menyatakan akan membawa suara masyarakat Papua ini ke rapat-rapat Komisi di DPR dan mengusulkan agar revisi aturan konservasi di Raja Ampat mempertimbangkan sosiologi masyarakat lokal dan hak nelayan tradisional.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi