
RajaKomen.com — Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Saan Mustopa, menyerukan pentingnya reformasi pendidikan politik agar masyarakat — terutama generasi muda — tidak terjebak dalam politik identitas dan sentimen dangkal yang memecah belah. Dalam seminar nasional bertema “Pemilu Berkualitas Dimulai dari Pemilih Cerdas” di Bekasi, Selasa (24/6/2025), ia menekankan bahwa demokrasi membutuhkan pemilih yang rasional, bukan emosional.
“Yang kita butuhkan bukan hanya partisipasi tinggi, tapi partisipasi yang cerdas. Pemilih harus tahu kenapa ia memilih, apa yang ditawarkan calon, dan bagaimana program itu menyentuh kehidupan sehari-hari,” ujar Saan.
Ia menyayangkan masih maraknya kampanye politik yang mengandalkan fanatisme, hoaks, dan narasi permusuhan antar kelompok. Saan mengajak semua pihak — termasuk partai politik, media, dan lembaga pendidikan — untuk menjadi agen pencerdasan politik yang berkelanjutan.
Menurutnya, NasDem berkomitmen menjadi pelopor demokrasi modern yang menempatkan akal sehat dan kejujuran sebagai landasan utama. Ia menyebut pentingnya ruang-ruang dialog publik yang terbuka, edukatif, dan bebas dari tekanan politik.
“Pendidikan politik tidak cukup menjelang pemilu saja. Harus dilakukan terus menerus, dan disesuaikan dengan perkembangan zaman,” imbuhnya.
Saan juga mendorong penguatan peran KPU dan Bawaslu dalam menyusun materi sosialisasi yang mampu menyentuh akar permasalahan, seperti isu ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, bukan sekadar ajakan memilih.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi