
RajaKomen.com — Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rachmat Gobel, kembali menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan ekonomi nasional di tengah tekanan perdagangan internasional. Ia mengingatkan pemerintah dan tim negosiasi agar tidak bersikap terlalu longgar dalam merespons permintaan Amerika Serikat (AS).
Dalam konteks rencana kerja sama dagang yang dibahas bersama Presiden Prabowo, Gobel menyoroti potensi bahaya dari pembukaan keran impor secara berlebihan, khususnya untuk komoditas seperti tekstil.
๐งต Industri Tekstil Bisa Kolaps Jika Impor Bebas Terus Dibuka
Menurut Gobel, sektor tekstil nasional sudah berjibaku menghadapi tantangan global, mulai dari kenaikan bahan baku, persaingan produk murah dari luar, hingga keterbatasan daya beli dalam negeri. Jika impor tekstil diliberalisasi tanpa batas, jutaan pekerja lokal bisa kehilangan mata pencaharian.
๐ฌ “Negosiasi harus menguntungkan kedua belah pihak. Jangan sampai justru pasar kita dijadikan korban dan industri lokal jadi penonton di negeri sendiri,” tegas Gobel.
๐ Pasar Dalam Negeri Harus Diproteksi dengan Bijak
Gobel menyarankan agar pemerintah meninjau ulang setiap kesepakatan dagang dengan pendekatan strategis: mengamankan pasar domestik, memperkuat kapasitas industri lokal, dan tetap membuka peluang ekspor.
๐ NasDem Konsisten Dukung Industri Anak Bangsa
Partai NasDem melalui berbagai jalur legislasi terus mendorong regulasi yang memperkuat pelaku usaha lokal. Mulai dari proteksi terhadap UMKM, insentif bagi industri padat karya, hingga penguatan rantai pasok dalam negeri.
๐ง Kebijakan Dagang Jangan Berdiri Sendiri
Gobel juga mengingatkan bahwa kebijakan impor tak bisa dilepaskan dari strategi industri nasional. Perlu koordinasi antara kementerian perdagangan, industri, dan keuangan agar tidak terjadi tumpang tindih yang merugikan rakyat.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi