
RajaKomen.com | Di sekitar kita, penggunaan kode QR sudah menjadi pemandangan umum. Ada kode QR untuk website, berbagi kontak, hingga tentu saja pembayaran. Namun, tahukah Anda bahwa ada perbedaan mendasar antara QRIS dan QR Code biasa? Memahami apa bedanya QRIS vs QR Code biasa akan membantu Anda mengidentifikasi fungsi dan keamanan masing-masing, terutama dalam konteks transaksi pembayaran.
QR Code (Quick Response Code) adalah kode batang dua dimensi yang dapat menyimpan berbagai jenis informasi, seperti tautan website (URL), teks, nomor telepon, atau data lainnya. QR Code bisa dibuat oleh siapa saja menggunakan berbagai generator QR Code online secara gratis.
Karakteristik QR Code Biasa:
Fungsi Bervariasi: Bisa untuk link YouTube, alamat website, detail produk, atau informasi umum lainnya.
Pembuatannya Mudah: Siapa pun bisa membuat QR Code sendiri dengan berbagai alat online.
Tidak Teregulasi: Tidak ada lembaga khusus yang mengatur standar atau penggunaan QR Code biasa.
Risiko Keamanan Bervariasi: Keamanan tergantung pada informasi yang disematkan di dalamnya. QR Code yang mengarah ke link berbahaya bisa menjadi pintu masuk phishing atau malware.
Tidak Khusus Pembayaran: Meskipun bisa digunakan untuk pembayaran (misalnya link pembayaran), QR Code biasa tidak memiliki standar khusus untuk interoperabilitas pembayaran.
QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standar kode QR pembayaran yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). QRIS secara spesifik dirancang untuk transaksi pembayaran.
Karakteristik QRIS:
Fungsi Khusus Pembayaran: Hanya digunakan untuk tujuan transaksi pembayaran digital.
Standar Nasional: QRIS adalah satu-satunya standar kode QR pembayaran yang sah di Indonesia. Artinya, satu kode QRIS bisa diterima oleh semua aplikasi pembayaran digital yang mendukung QRIS.
Teregulasi oleh Bank Indonesia: QRIS diawasi dan diatur secara ketat oleh Bank Indonesia. Ini memastikan standar keamanan, keandalan, dan interoperabilitas.
Keamanan Terjamin: Transaksi QRIS melibatkan proses verifikasi (PIN/biometrik) di aplikasi pembayaran dan pencatatan resmi. Ini jauh lebih aman dan terhindar dari penyalahgunaan.
Terhubung ke Sistem Pembayaran: Kode QRIS terhubung ke sistem pembayaran bank atau fintech yang legal, sehingga dana langsung masuk ke rekening merchant yang terdaftar.
Memerlukan Pendaftaran Resmi: Untuk menjadi merchant QRIS, pelaku usaha harus mendaftar melalui Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) yang telah berizin BI.
|
Fitur/Aspek |
QR Code Biasa |
QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) |
|---|---|---|
|
Fungsi Utama |
Menyimpan informasi umum (URL, teks, dll.) |
Hanya untuk transaksi pembayaran digital |
|
Standardisasi |
Tidak ada standar khusus (tergantung pembuat) |
Standar nasional yang ditetapkan dan diatur oleh Bank Indonesia |
|
Regulasi |
Tidak diatur lembaga keuangan |
Diatur dan diawasi ketat oleh Bank Indonesia dan ASPI |
|
Keamanan Transaksi |
Bervariasi, tidak ada jaminan keamanan pembayaran |
Sangat aman, terverifikasi, dan terintegrasi dengan sistem pembayaran resmi |
|
Interoperabilitas |
Tidak ada (satu QR hanya bisa untuk satu tujuan) |
Interoperabel (satu QRIS bisa dibayar dari berbagai aplikasi pembayaran) |
|
Pembuatan |
Bisa dibuat siapa saja secara gratis |
Hanya bisa diterbitkan oleh Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) berizin BI |
|
Tujuan Akhir |
Membuka link, menampilkan info, dll. |
Pembayaran dana ke rekening merchant |
Singkatnya, semua QRIS adalah QR Code, tapi tidak semua QR Code adalah QRIS. QRIS adalah jenis QR Code khusus yang dibuat dan diregulasi untuk tujuan pembayaran di Indonesia, menjamin keamanan dan kemudahan interoperabilitas. Jadi, saat Anda melihat kode QR untuk pembayaran, pastikan itu adalah QRIS agar transaksi Anda aman dan terpercaya!
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi