
RajaKomen.com | Di tengah gelombang tren sneaker yang datang dan pergi, ada beberapa ikon yang tak lekang oleh waktu. Salah satunya adalah PUMA Suede. Dirilis pada tahun 1968, sneaker ini bukan hanya sekadar alas kaki, melainkan sebuah pernyataan budaya yang tetap hits dan relevan hingga saat ini. Lebih dari lima dekade, PUMA Suede telah menorehkan jejaknya dari lapangan olahraga, ke jalanan, hingga menjadi kanvas bagi berbagai subkultur.
Mari kita selami sejarah dan mengapa PUMA Suede tetap menjadi sneaker legendaris yang dicintai banyak orang.
PUMA Suede awalnya dirilis pada tahun 1968 dengan nama "PUMA Crack". Ia didesain sebagai sepatu basket performa tinggi, dengan upper yang terbuat dari bahan suede (kulit beludru) dan sol karet yang kokoh. Pada masa itu, suede adalah pilihan bahan yang inovatif untuk sepatu olahraga, menawarkan fleksibilitas dan tampilan yang lebih mewah.
PUMA Suede secara abadi terukir dalam sejarah pada Olimpiade Meksiko tahun 1968. Sprinter Amerika Tommie Smith dan John Carlos mengenakan PUMA Suede saat melakukan Black Power salute di podium, sebagai bentuk protes terhadap ketidakadilan rasial. Momen kuat ini menjadikan Suede lebih dari sekadar sepatu, tetapi simbol perlawanan dan ekspresi sosial.
Pada tahun 1970-an dan 80-an, PUMA Suede menemukan rumah barunya di jalanan New York. Para b-boy (penari breakdance) dan rapper mengadopsi Suede karena desainnya yang sleek, sol karet yang datar (ideal untuk breaking), dan pilihan warna yang beragam. Suede menjadi bagian tak terpisahkan dari fashion hip-hop awal. Nama "Clyde" juga muncul berkat kolaborasi dengan pebasket Walt "Clyde" Frazier, yang meminta Suede dibuat lebih lebar dan dengan padding lebih.
Kunci keberhasilan PUMA Suede adalah kesederhanaan desainnya:
Siluet Klasik: Profil rendah yang ramping dengan Formstrip PUMA yang khas di sisi.
Material Suede: Memberikan tampilan premium yang timeless dan sentuhan tekstur yang unik.
Sol Karet: Sol karet yang rata dan kuat, memberikan grip yang baik dan daya tahan.
Desainnya yang minimalis membuatnya mudah dipadukan dengan berbagai outfit dan tidak pernah terasa ketinggalan zaman.
Seiring waktu, PUMA Suede terus melintasi berbagai subkultur:
Skaters: Daya tahan dan grip solnya membuatnya populer di kalangan skaters.
Rockers: Menjadi bagian dari gaya indie dan rock.
Fashionista: Dengan berbagai colorway dan kolaborasi, Suede tetap menjadi pilihan utama untuk gaya kasual, athleisure, hingga smart-casual.
PUMA terus menjaga relevansi Suede dengan merilis berbagai colorway baru, edisi khusus, dan kolaborasi dengan desainer, seniman, atau brand lain (misalnya Suede Classic XXI, Suede B-Boy Fabulous, Suede XL). Ini memberikan sentuhan segar pada siluet yang sudah dicintai, menarik generasi baru penggemar.
PUMA Suede adalah bukti nyata bahwa desain yang hebat akan selalu menemukan tempatnya. Dari momen protest di Olimpiade, ke panggung breakdance, hingga menjadi staple fashion di seluruh dunia, Suede adalah sneaker legendaris yang tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. Lebih dari sekadar sepatu, ia adalah bagian dari sejarah, seni, dan gaya yang terus hidup dan menginspirasi.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi