PKS Tegaskan Pentingnya RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak untuk Lindungi Generasi Bangsa

Blog » PKS Tegaskan Pentingnya RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak untuk Lindungi Generasi Bangsa
PKS Tegaskan Pentingnya RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak untuk Lindungi Generasi Bangsa

RajaKomen.com — Dalam momentum pembahasan lanjutan Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA), Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyuarakan dukungan penuh atas pentingnya regulasi yang secara khusus menjamin hak-hak ibu dan anak dalam seluruh fase kehidupannya, baik di dalam maupun luar rumah tangga.

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati, menegaskan bahwa RUU KIA bukan hanya soal perpanjangan cuti melahirkan, tetapi juga merupakan bentuk nyata tanggung jawab negara dalam membangun generasi sehat dan sejahtera sejak dini.

“Negara yang kuat dimulai dari keluarga yang kuat. RUU ini adalah bentuk komitmen melindungi fase paling krusial dalam kehidupan seorang manusia, yaitu masa ibu hamil, melahirkan, menyusui, dan tumbuh kembang anak di usia dini,” ungkap Kurniasih dalam keterangan persnya, Selasa (18/06/2025).

Dalam draf RUU KIA, terdapat ketentuan cuti melahirkan hingga 6 bulan dan hak suami mendampingi istri selama masa persalinan. Namun menurut Kurniasih, aspek terpenting adalah keberlanjutan program kesehatan ibu dan anak, perlindungan pekerja perempuan, serta dukungan lingkungan ramah keluarga di tempat kerja maupun ruang publik.

Ia mengingatkan bahwa tingkat kematian ibu dan bayi di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Hal ini perlu menjadi perhatian serius dalam penyusunan naskah akademik dan norma-norma RUU KIA.

“Jangan sampai RUU ini sekadar simbolis atau menjadi beban baru bagi pemberi kerja. Pemerintah harus mampu menciptakan regulasi yang berpihak dan memberi insentif kepada pelaku usaha yang mendukung kesejahteraan ibu pekerja,” jelasnya.

Fraksi PKS juga menyoroti pentingnya pelayanan kesehatan ibu dan anak yang terjangkau dan merata, terutama di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan.

“Kesejahteraan ibu dan anak bukan hanya isu perempuan, ini isu masa depan bangsa. Kalau anak tumbuh dalam gizi buruk dan ibu tidak dilindungi, maka kita gagal membangun SDM unggul,” tegas Kurniasih.

PKS mendorong pembahasan RUU ini dilakukan secara inklusif dengan melibatkan organisasi perempuan, komunitas ibu, pelaku usaha, dan sektor pendidikan agar hasil regulasi dapat implementatif dan tepat sasaran.

“RUU ini harus berpihak, realistis, dan menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Tidak cukup sekadar slogan, tapi harus menjamin perlindungan menyeluruh dari hulu ke hilir,” tutupnya.

Baca Juga

Rajakomen.com

Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia

Sosial Media

Pembayaran

Pembayaran

Jaringan Kami

Rajamonitoring
Copyright © RajaKomen.com 2026 All Rights Reserved.
Advertiser order Instagram Komen 20
18 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 100
50 menit yang lalu.
Advertiser order Play Store Review 100
32 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 50
27 menit yang lalu.
Advertiser order Instagram Komen 50
42 menit yang lalu.
Advertiser order Instagram Komen 100
38 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 50
23 menit yang lalu.
Advertiser order 1000 subscribers YT
20 menit yang lalu.
Advertiser order Play Store Review 500
26 menit yang lalu.
Advertiser order 1000 subscribers YT
52 menit yang lalu.
Advertiser order IG Live Komen 100
34 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 100 View
38 menit yang lalu.
Advertiser order 50 kampanye posting
48 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 50 View Youtube
25 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Beli Komen Gmaps
25 menit yang lalu.
Advertiser order 100 Beli Komen Gmaps
15 menit yang lalu.
Advertiser order 100 kampanye posting
28 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 100 View Youtube
20 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Twitter Komen
13 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Komen Youtube
11 menit yang lalu.
Advertiser order 200 Komen Detik
35 menit yang lalu.
Advertiser order Share TikTok 100
16 menit yang lalu.
Advertiser order Share Twitter 100
25 menit yang lalu.
Advertiser order Kampanye Posting di TikTok 200
55 menit yang lalu.
Advertiser order Kampanye Posting di Twitter 100
32 menit yang lalu.