
RajaKomen.com — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan sikap tegas menolak setiap kebijakan pemerintah yang berujung pada kenaikan harga bahan pokok, terutama saat daya beli masyarakat sedang melemah. Dalam Rapat Paripurna DPR RI membahas isu inflasi dan stabilitas harga pangan, Jumat (5/7/2025), Fraksi PKS mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menurunkan harga dan memastikan pasokan logistik pangan berjalan lancar.
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Amin AK, menyatakan bahwa kenaikan harga beras, gula, minyak goreng, dan telur dalam beberapa bulan terakhir sangat membebani masyarakat lapisan bawah, khususnya buruh, petani kecil, dan pedagang mikro.
“Kita tidak boleh menormalisasi harga mahal sebagai hal biasa. PKS berdiri bersama rakyat kecil yang setiap harinya harus berjibaku memenuhi kebutuhan dapur,” tegas Amin.
PKS meminta pemerintah melakukan intervensi pasar secara serius, termasuk meningkatkan efektivitas Bulog, optimalisasi subsidi pangan, serta pengawasan distribusi bahan pokok agar tidak dimonopoli oleh segelintir pihak.
Amin juga mengkritisi lemahnya peran Badan Pangan Nasional dalam menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen dan produsen. Ia mendorong agar lembaga tersebut diberi kewenangan lebih luas untuk mengatur stok dan logistik secara nasional, termasuk melalui sinergi antar kementerian dan pemerintah daerah.
“Stabilisasi harga tidak cukup hanya dengan operasi pasar. Harus ada strategi hulu-hilir, mulai dari produksi, rantai pasok, hingga distribusi,” lanjutnya.
PKS juga mengingatkan pentingnya perlindungan konsumen dari permainan harga oleh mafia pangan yang sering memanfaatkan momentum hari besar nasional untuk menaikkan harga seenaknya.
Sebagai penutup, Fraksi PKS menegaskan komitmennya untuk terus membela kepentingan masyarakat kecil dan memperjuangkan kebijakan ekonomi yang berkeadilan sosial.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi