
RajaKomen.com — Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga sejumlah bahan pangan pokok seperti daging, cabai, dan beras mengalami lonjakan di berbagai daerah. Merespons hal ini, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk mengendalikan harga dan menjaga daya beli masyarakat.
Andi Akmal Pasluddin, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, menilai bahwa pola kenaikan harga setiap momentum hari besar keagamaan menunjukkan lemahnya sistem antisipasi pemerintah terhadap gejolak musiman.
“Setiap tahun kita menghadapi persoalan yang sama, dan setiap tahun pula pemerintah seperti tidak belajar. Ini bukan hal yang tidak bisa diprediksi. Pemerintah seharusnya punya strategi stabilisasi harga sejak jauh hari,” tegas Akmal dalam pernyataan resminya, Minggu (16/06/2025).
Menurut Akmal, lonjakan harga daging sapi dan daging kambing menjelang Idul Adha menambah beban masyarakat kelas menengah ke bawah, apalagi di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Fraksi PKS mendesak Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta Bulog untuk bersinergi lebih konkret, tidak hanya mengandalkan operasi pasar yang sifatnya reaktif dan jangka pendek.
“Stok pangan harus dikelola dengan baik. Rantai distribusi harus diawasi, termasuk mencegah spekulan yang memanfaatkan momen Idul Adha untuk mengerek harga setinggi-tingginya,” ujar Akmal.
Ia juga menyarankan agar pemerintah daerah dilibatkan lebih aktif dalam pengendalian harga, termasuk dengan menggandeng koperasi petani dan peternak agar distribusi pangan tidak sepenuhnya dikendalikan oleh pedagang besar.
Dalam pantauannya di beberapa pasar di Sulawesi Selatan, Akmal menyebut harga daging sapi sudah menembus Rp150.000 per kilogram, sementara cabai rawit naik hingga 30 persen dibanding bulan sebelumnya.
“Kalau pemerintah hanya duduk memantau tanpa aksi, yang menanggung beban adalah rakyat. Ini soal keadilan dalam akses pangan, dan negara harus hadir,” katanya.
Sebagai solusi jangka panjang, PKS kembali mengusulkan pembentukan Badan Pangan Nasional yang kuat secara operasional, tidak hanya sebatas koordinatif, agar perencanaan hingga pengendalian harga pangan bisa lebih terintegrasi.
“Ketahanan pangan itu bukan cuma urusan stok, tapi juga soal keterjangkauan. Jangan sampai harga naik terus, tapi rakyat kehilangan akses terhadap makanan pokoknya,” pungkas Andi Akmal.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi