PKS Konsisten Tolak Perdagangan Karbon Asal-asalan, Netralitas Iklim Harus Berbasis Keadilan Ekonomi

Blog » PKS Konsisten Tolak Perdagangan Karbon Asal-asalan, Netralitas Iklim Harus Berbasis Keadilan Ekonomi
PKS Konsisten Tolak Perdagangan Karbon Asal-asalan, Netralitas Iklim Harus Berbasis Keadilan Ekonomi

RajaKomen.com — Di tengah gencarnya pemerintah mendorong skema perdagangan karbon untuk mencapai target net zero emission, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyampaikan sikap tegas. PKS menolak praktik perdagangan karbon yang dilakukan tanpa tata kelola yang adil dan transparan.

“Prinsip utama kebijakan iklim seharusnya berbasis keadilan ekonomi dan lingkungan, bukan hanya menjadi alat untuk memperkaya segelintir korporasi melalui kuota emisi,” ungkap Netty Prasetiyani, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, dalam diskusi publik bertema “Keadilan Iklim untuk Generasi Masa Depan”, Jumat (14/06/2025).

Menurut Netty, jika tidak diawasi dengan ketat, perdagangan karbon berpotensi menjadi komoditas eksklusif yang hanya dikuasai oleh pemain besar, sementara masyarakat adat, petani, dan pelaku usaha kecil tidak mendapat akses atau manfaat langsung.

“Padahal, justru masyarakat akar rumput yang selama ini menjaga hutan, mempertahankan pertanian berkelanjutan, dan hidup berdampingan dengan alam. Mereka seharusnya menjadi subjek utama dalam kebijakan iklim,” tegasnya.

PKS mendesak agar regulasi tentang karbon dan instrumen lingkungan lainnya disusun dengan partisipasi masyarakat luas, bukan hanya melibatkan pelaku industri.

Fraksi PKS juga meminta pemerintah agar tidak menjadikan isu iklim sebagai narasi kosong untuk membuka pintu investasi yang berpotensi merusak lingkungan dengan kedok transisi hijau.

“Transisi energi harus adil, tidak boleh meminggirkan hak rakyat atau merusak lingkungan lokal. Kita tidak bisa menerima praktik greenwashing berkedok pembangunan berkelanjutan,” tambah Netty.

Dalam beberapa kesempatan, PKS mendorong pendekatan alternatif yang lebih adil, seperti penguatan insentif untuk desa-desa konservasi, skema pajak karbon yang progresif, serta pembiayaan untuk inovasi energi terbarukan yang bisa diakses oleh pelaku UMKM dan komunitas lokal.

Netty menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa keadilan iklim bukan isu masa depan, tetapi krisis hari ini yang perlu diatasi secara jujur, manusiawi, dan inklusif.

“PKS akan selalu berdiri bersama masyarakat yang terdampak. Kita perlu pastikan bahwa kebijakan lingkungan bukan menjadi alat monopoli, tetapi jalan menuju kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Baca Juga

Rajakomen.com

Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia

Sosial Media

Pembayaran

Pembayaran

Jaringan Kami

Rajamonitoring
Copyright © RajaKomen.com 2026 All Rights Reserved.
Advertiser order Instagram Komen 20
31 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 100
20 menit yang lalu.
Advertiser order Play Store Review 100
42 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 50
32 menit yang lalu.
Advertiser order Instagram Komen 50
54 menit yang lalu.
Advertiser order Instagram Komen 100
8 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 50
34 menit yang lalu.
Advertiser order 1000 subscribers YT
17 menit yang lalu.
Advertiser order Play Store Review 500
40 menit yang lalu.
Advertiser order 1000 subscribers YT
35 menit yang lalu.
Advertiser order IG Live Komen 100
24 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 100 View
36 menit yang lalu.
Advertiser order 50 kampanye posting
56 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 50 View Youtube
12 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Beli Komen Gmaps
31 menit yang lalu.
Advertiser order 100 Beli Komen Gmaps
51 menit yang lalu.
Advertiser order 100 kampanye posting
47 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 100 View Youtube
45 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Twitter Komen
15 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Komen Youtube
43 menit yang lalu.
Advertiser order 200 Komen Detik
43 menit yang lalu.
Advertiser order Share TikTok 100
17 menit yang lalu.
Advertiser order Share Twitter 100
25 menit yang lalu.
Advertiser order Kampanye Posting di TikTok 200
53 menit yang lalu.
Advertiser order Kampanye Posting di Twitter 100
30 menit yang lalu.