PKS Dorong Pemerintah Percepat Digitalisasi UMKM untuk Hadapi Persaingan Global

Blog » PKS Dorong Pemerintah Percepat Digitalisasi UMKM untuk Hadapi Persaingan Global
PKS Dorong Pemerintah Percepat Digitalisasi UMKM untuk Hadapi Persaingan Global

RajaKomen.com — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali menegaskan pentingnya digitalisasi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional. Hal itu disampaikan oleh Anis Byarwati, Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, dalam forum dialog publik bertema "Transformasi Digital dan UMKM Masa Depan", Sabtu (15/06/2025).

Menurut Anis, UMKM telah terbukti menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia, terutama saat krisis seperti pandemi. Namun, mayoritas UMKM masih menghadapi keterbatasan dalam akses teknologi, pemasaran digital, hingga permodalan.

“Kita tidak bisa membiarkan UMKM tertinggal dalam transformasi digital. Pemerintah harus hadir lebih aktif, bukan hanya dengan program pelatihan formal, tetapi juga melalui penyediaan infrastruktur, pendampingan intensif, dan insentif fiskal,” ujar Anis.

Ia menambahkan bahwa saat ini kesenjangan digital menjadi ancaman serius, karena hanya sebagian kecil UMKM yang mampu memanfaatkan platform e-commerce, sistem pembayaran digital, dan teknologi produksi modern.

Fraksi PKS mendorong agar dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) diarahkan secara lebih konkret untuk membangun ekosistem UMKM berbasis digital.

“Digitalisasi UMKM bukan pilihan, tapi kebutuhan. Kalau tidak segera dilakukan, mereka akan tergilas oleh pemain besar, termasuk dari luar negeri yang sudah masuk ke pasar lokal melalui platform digital,” jelas Anis.

Dalam kesempatan tersebut, Anis juga meminta agar pelatihan digital tidak hanya berhenti pada pembuatan akun marketplace, tetapi juga mencakup strategi branding, literasi keamanan data, dan kemampuan analitik sederhana.

Selain itu, PKS juga menekankan pentingnya kemitraan antara UMKM dan perusahaan teknologi nasional dalam skema win-win solution yang memberdayakan, bukan memonopoli.

“Kita butuh kolaborasi yang berpihak. UMKM jangan hanya jadi objek digitalisasi, tapi harus jadi subjek aktif yang mampu berinovasi dan berkembang,” ujarnya.

Menutup paparannya, Anis Byarwati menegaskan bahwa PKS akan terus memperjuangkan alokasi anggaran dan regulasi yang berpihak pada UMKM, termasuk dalam pengawasan pelaksanaan program transformasi digital di kementerian terkait.

“Kekuatan ekonomi bangsa ini terletak pada UMKM. Jika mereka bisa naik kelas melalui digitalisasi, maka kita bisa lebih siap menghadapi tantangan ekonomi global,” pungkasnya.

Baca Juga

Rajakomen.com

Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia

Sosial Media

Pembayaran

Pembayaran

Jaringan Kami

Rajamonitoring
Copyright © RajaKomen.com 2026 All Rights Reserved.
Advertiser order Instagram Komen 20
52 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 100
22 menit yang lalu.
Advertiser order Play Store Review 100
52 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 50
39 menit yang lalu.
Advertiser order Instagram Komen 50
46 menit yang lalu.
Advertiser order Instagram Komen 100
3 menit yang lalu.
Advertiser order Youtube Komen 50
41 menit yang lalu.
Advertiser order 1000 subscribers YT
6 menit yang lalu.
Advertiser order Play Store Review 500
54 menit yang lalu.
Advertiser order 1000 subscribers YT
19 menit yang lalu.
Advertiser order IG Live Komen 100
43 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 100 View
25 menit yang lalu.
Advertiser order 50 kampanye posting
20 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 50 View Youtube
11 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Beli Komen Gmaps
40 menit yang lalu.
Advertiser order 100 Beli Komen Gmaps
12 menit yang lalu.
Advertiser order 100 kampanye posting
6 menit yang lalu.
Advertiser order Beli 100 View Youtube
32 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Twitter Komen
23 menit yang lalu.
Advertiser order 50 Komen Youtube
53 menit yang lalu.
Advertiser order 200 Komen Detik
38 menit yang lalu.
Advertiser order Share TikTok 100
3 menit yang lalu.
Advertiser order Share Twitter 100
58 menit yang lalu.
Advertiser order Kampanye Posting di TikTok 200
21 menit yang lalu.
Advertiser order Kampanye Posting di Twitter 100
27 menit yang lalu.