
Mengusung prinsip pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat, H. Apriyadi Mahmud, Penjabat Bupati Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, memfokuskan program kerja 2025 pada percepatan akses air bersih dan sanitasi di kawasan perdesaan.
Sebagai wilayah yang masih memiliki tantangan geografis dengan pemukiman tersebar, Muba kerap menghadapi persoalan air layak konsumsi, terutama di desa-desa pinggiran sungai dan lahan rawa. Untuk itu, Apriyadi menggagas proyek pembangunan dan perluasan jaringan air bersih melalui teknologi sumur bor dalam, bak penampungan, dan penyaringan berbasis gravitasi ramah lingkungan.
Program yang diberi nama “Muba Jernih 2025” ini telah menjangkau lebih dari 40 desa sejak awal tahun, dengan target menyentuh 100 desa hingga akhir tahun. Warga kini bisa menikmati air bersih tanpa harus berjalan jauh atau bergantung pada air sungai yang keruh.
“Kita tidak bicara gaya, tapi nyawa. Air bersih itu hak dasar manusia, dan di Musi Banyuasin, kami pastikan itu bisa dirasakan semua,” tegas Apriyadi dalam peluncuran fasilitas air bersih di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Sekayu.
Langkah tersebut juga disinergikan dengan program edukasi sanitasi berbasis sekolah dan komunitas perempuan desa. Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat dilibatkan dalam perawatan instalasi dan pengelolaan secara mandiri.
Perhatian Apriyadi pada kebutuhan paling mendasar ini mendapat apresiasi dari masyarakat dan akademisi. Gaya kepemimpinannya yang lugas, bersahaja, dan penuh empati membuatnya mudah diterima lintas generasi, terutama oleh masyarakat yang menantikan kebijakan nyata dan bukan sekadar seremonial.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi