
Saya dulu bekerja sebagai arsitek, tapi kini sedang mengejar peralihan karier ke dunia UI/UX desain.
Setelah ambil beberapa bootcamp dan menyiapkan portofolio digital, saya mulai aktif di LinkedIn untuk berbagi proses belajar dan progress saya.
Masalahnya, akun saya masih baru dan belum dikenal di industri digital.
Saat saya posting tentang UI/UX, banyak orang mungkin berpikir, “Ini siapa?” karena tidak ada komentar yang memvalidasi saya.
Padahal, saya butuh dilihat. Butuh koneksi. Butuh dianggap bagian dari industri baru ini.
Setelah banyak riset, saya pakai layanan komentar manual dari RajaKomen.com. Mereka bantu memberikan komentar dari akun real manusia, bukan bot, dan yang paling penting—nyambung banget sama konten yang saya tulis.
Contohnya waktu saya bagikan studi kasus desain ulang sebuah aplikasi sederhana, muncul komentar seperti:
“Keren Kak! Dari background arsitek bisa adaptif ke desain UI, inspiring banget.”
“Tampilan wireframenya clean, user-friendly. Semangat terus!”
“Bisa share juga pengalaman belajarnya nggak? Saya juga lagi belajar UI.”
Komentar-komentar ini memberi kesan nyata bahwa saya memang layak didengarkan. Orang-orang mulai tertarik ngobrol. Bahkan ada yang follow dan kasih feedback langsung via DM.
Dan karena komentarnya masuk perlahan selama 24 jam, semuanya terasa natural—tidak terlihat “dipaksakan”.
Sebagai career switcher, yang saya bangun bukan hanya skill baru, tapi juga kepercayaan orang lain terhadap identitas profesional saya yang baru.
Komentar aktif dari akun asli bantu saya:
Menunjukkan bahwa saya punya audiens meskipun baru
Meningkatkan algoritma jangkauan postingan di LinkedIn
Membuat recruiter lebih percaya karena profil saya terlihat aktif
Menguatkan narasi personal bahwa saya serius dan sedang berkembang
Semua itu bisa saya mulai tanpa repot, tanpa berbagi password atau akun—cukup kirim tautan ke RajaKomen, dan mereka bantu sisipkan komentar manual yang kontekstual.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi