
RajaKomen.com — Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menekankan urgensi pembaruan sistem perlindungan sosial nasional agar lebih adaptif dan responsif terhadap berbagai potensi krisis yang berdampak langsung pada masyarakat rentan. Dalam forum kebijakan sosial yang digelar di Surabaya, Sabtu (20/9/2025), Perindo menyoroti pentingnya transformasi skema bantuan sosial (bansos) agar tidak hanya reaktif, tetapi juga mampu mencegah kerentanan sejak dini.
“Kita tidak boleh menunggu masyarakat jatuh miskin baru bertindak. Sistem perlindungan sosial harus aktif mengenali risiko dan menjangkau sebelum dampak membesar,” ujar juru bicara DPP Perindo.
Perindo mengusulkan penggunaan data terpadu yang real-time dan berbasis digital sebagai pondasi program bansos agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan tidak tumpang tindih. Partai ini juga mendesak penambahan kategori penerima manfaat bagi kelompok rentan baru seperti pekerja sektor informal yang kehilangan pendapatan mendadak.
Dalam konteks bencana alam dan pandemi, Perindo menyarankan dibentuknya unit tanggap cepat berbasis desa yang memiliki kewenangan langsung untuk mendistribusikan bantuan sesuai kebutuhan lokal.
Selain bantuan tunai, Perindo juga mendorong pelatihan keterampilan adaptif, asuransi sosial bagi petani dan nelayan, serta perluasan program jaminan kesehatan bagi mereka yang belum tercover BPJS.
“Negara harus hadir secara konkret dan cepat ketika rakyatnya paling membutuhkan. Di situlah letak sejati dari fungsi perlindungan sosial,” tegasnya.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi