
RajaKomen.com — Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menyerukan agar kebijakan pendidikan nasional benar-benar inklusif dan menjamin hak anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk mendapatkan layanan pendidikan yang layak, bermutu, dan setara dengan anak-anak lainnya.
Dalam diskusi pendidikan inklusi yang diadakan di Surabaya, Rabu (24/9/2025), perwakilan Perindo menilai bahwa masih banyak sekolah umum yang belum siap menerima ABK karena keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia, maupun kurikulum adaptif.
“Pendidikan bukan hak istimewa, tapi hak setiap anak. Negara harus hadir memastikan sekolah kita ramah bagi semua, termasuk bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus,” ujar juru bicara Perindo.
Perindo mendorong pengadaan guru pendamping khusus (GPK) secara merata di seluruh daerah, penyediaan sarana aksesibel di sekolah (seperti jalur kursi roda dan toilet khusus), serta pelatihan guru reguler agar mampu berinteraksi dan mengajar ABK secara efektif.
Selain itu, Perindo meminta pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung operasional sekolah inklusi, baik negeri maupun swasta, serta memberi insentif bagi sekolah yang membuka ruang lebih luas bagi ABK.
“Anak-anak disabilitas punya potensi besar. Yang mereka butuhkan adalah akses, dukungan, dan pengakuan. Di sinilah negara harus hadir,” tegasnya.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi