
RajaKomen.com — Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dra. Hj. Nur Azizah Tamhid, MA, mendorong integrasi pendidikan kesehatan mental dalam kurikulum sekolah dasar hingga menengah sebagai langkah preventif dalam membangun generasi yang kuat, tangguh, dan berempati. Dalam diskusi publik di Depok, Rabu (9/7/2025), ia menekankan bahwa lonjakan kasus depresi, perundungan, dan kekerasan antar pelajar merupakan sinyal darurat yang tak boleh diabaikan.
“Kesehatan mental anak-anak kita tidak kalah penting dari nilai akademik. Mereka butuh ruang aman dan pemahaman tentang emosi mereka sejak dini,” tegas Nur Azizah.
Ia mengungkapkan bahwa tekanan sosial, ekspektasi keluarga, hingga pengaruh digital yang tak terkendali telah memicu gangguan mental bahkan di usia sangat muda. Oleh karena itu, ia mendorong Kementerian Pendidikan untuk tidak hanya fokus pada skor akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan kesejahteraan psikis siswa.
Sebagai legislator yang juga berlatar belakang pendidikan dan keagamaan, Nur Azizah menyarankan kurikulum kesehatan mental dapat diajarkan melalui pendekatan nilai-nilai keislaman, empati sosial, serta latihan regulasi emosi yang ringan dan aplikatif.
“PKS percaya, bangsa kuat lahir dari jiwa-jiwa yang sehat. Anak-anak kita harus disiapkan secara utuh, bukan hanya pintar tapi juga bahagia,” tambahnya.
Ia juga meminta agar sekolah menyediakan layanan konseling yang profesional dan mudah diakses, serta mendidik guru dan orang tua agar mampu mengenali tanda-tanda awal gangguan mental pada siswa.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi