
RajaKomen.com — Pemilu yang jujur dan adil tidak hanya ditentukan oleh peserta dan penyelenggara, tapi juga oleh netralitas aparatur sipil negara (ASN) yang mengelola pemerintahan sehari-hari. Partai NasDem secara tegas menyerukan agar seluruh ASN di pusat dan daerah menjaga jarak dari politik praktis.
NasDem menyebut bahwa keberpihakan ASN dalam kontestasi politik hanya akan merusak kepercayaan publik, mencederai demokrasi, dan melemahkan profesionalitas birokrasi.
🛑 Seruan dan Sikap NasDem soal Netralitas ASN:
ASN dilarang keras mendukung, menyukai, atau mempromosikan calon/paslon secara terbuka
Kepala daerah diingatkan tidak memanfaatkan kekuasaan untuk mengarahkan ASN
Dorongan bagi Bawaslu dan KASN menindak pelanggaran secara terbuka
Perlindungan bagi ASN yang menolak tekanan politik dari atasan
Edukasi dan sosialisasi UU ASN serta kode etik netralitas
💬 “ASN bukan alat partai, bukan perpanjangan tangan kepentingan politik. ASN adalah pelayan publik, bukan pelayan kekuasaan,” tegas Ketua Fraksi NasDem DPR RI.
📌 Birokrasi Profesional, Pilar Pemerintahan yang Stabil
NasDem mendorong penguatan sistem merit dalam promosi jabatan ASN, agar posisi tidak ditentukan berdasarkan loyalitas politik, melainkan kinerja dan integritas.
🗳️ Pemilu Harus Bebas Tekanan dari Dalam Sistem
Partai ini menegaskan bahwa keberpihakan ASN dalam pemilu sama bahayanya dengan manipulasi suara. Oleh karena itu, setiap laporan pelanggaran netralitas harus ditindaklanjuti dengan serius oleh instansi terkait.
📢 Aparatur Harus Diberi Edukasi Politik yang Etis
NasDem juga mengusulkan agar setiap ASN mengikuti pelatihan berkala tentang etika demokrasi dan pemilu, agar tetap bijak dan netral menghadapi kontestasi politik.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi