
RajaKomen.com — Di tengah masih maraknya praktik politik transaksional, Partai NasDem tampil beda. Melalui gerakan #PolitikTanpaMahar, partai ini menegaskan komitmen untuk tidak memungut bayaran dalam proses pencalonan kepala daerah maupun legislatif. Hal ini ditegaskan oleh Taufik Basari, Plt Ketua DPW NasDem Lampung sekaligus Ketua DPP Partai NasDem.
Menurutnya, NasDem ingin menciptakan iklim politik yang sehat, terbuka, dan adil bagi siapa pun yang ingin mengabdi sebagai pemimpin. Bukan berdasarkan seberapa besar dana yang dimiliki, melainkan kualitas, integritas, dan rekam jejak pengabdian kepada masyarakat.
💬 “Kami tidak mencari calon yang kuat modal, tapi kuat dedikasi. Politik tanpa mahar adalah bentuk edukasi bahwa kekuasaan bukan untuk diperjualbelikan,” ujar Taufik Basari.
🗳️ Esensi Politik NasDem: Memberi Jalan Bagi Tokoh Berkualitas
Dengan tidak mewajibkan mahar politik, NasDem membuka peluang bagi tokoh masyarakat, akademisi, aktivis sosial, dan generasi muda yang memiliki kapasitas kepemimpinan namun tidak memiliki kekuatan finansial besar.
📣 Edukasi Politik Sehat untuk Masyarakat
Gerakan #PolitikTanpaMahar juga menjadi upaya NasDem mengubah cara pandang masyarakat dalam melihat proses pencalonan. Mereka ingin rakyat sadar bahwa pemimpin ideal bukan yang bisa bayar tiket politik, tapi yang mampu membawa perubahan nyata.
⚖️ Menekan Korupsi Politik Sejak Awal Proses Pencalonan
NasDem percaya bahwa mahar politik adalah pintu awal korupsi. Jika seseorang harus membeli tiket pencalonan dengan biaya besar, maka akan ada tekanan untuk "balik modal" saat menjabat. Dengan menghapus mahar, NasDem ingin mencegah praktik ini sejak akar.
🌟 Langkah Berani untuk Demokrasi Berkualitas
Tak sedikit tokoh muda, aktivis, hingga tokoh adat dan tokoh perempuan yang akhirnya berani maju bersama NasDem karena yakin dengan prinsip ini. Mereka merasa dihargai atas kontribusi dan idealisme, bukan karena isi kantong.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi