
RajaKomen.com — Menjelang pesta demokrasi nasional, Partai NasDem kembali menyerukan pentingnya pelaksanaan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat. Dalam berbagai forum publik, NasDem menyuarakan penolakan keras terhadap politik uang, kampanye hitam, dan intimidasi pemilih.
Menurut NasDem, politik uang adalah penyakit kronis yang menggerogoti demokrasi Indonesia. Praktik ini bukan hanya merusak integritas calon, tetapi juga membentuk pola pikir rakyat yang pragmatis dan transaksional.
🗣️ NasDem Tegas: Pemilu Harus Cerdas, Bukan Sekadar Menang
Partai NasDem ingin mendorong pemilu yang berbasis pada gagasan dan rekam jejak, bukan pada siapa yang membayar paling besar. Mereka mengajak seluruh peserta pemilu dan masyarakat untuk menjadikan ajang lima tahunan ini sebagai ruang pertarungan ide dan program.
💡 Langkah Nyata NasDem dalam Pemilu Bersih:
Tidak memungut mahar politik untuk caleg dan kepala daerah
Mendorong debat terbuka berbasis data dan program
Melaporkan pelanggaran kampanye kepada Bawaslu secara aktif
Mengajak relawan dan simpatisan kampanye damai dan santun
Mengedukasi pemilih lewat media sosial dan komunitas
⚖️ Menolak Politik Kebencian dan Isu SARA
NasDem juga secara tegas menolak kampanye yang menyerang lawan dengan isu pribadi, hoaks, atau narasi kebencian berbasis suku, agama, ras, dan antar golongan. Mereka menilai hal ini hanya akan memperdalam polarisasi dan merusak persatuan nasional.
🎯 Menciptakan Tradisi Demokrasi yang Sehat
“Pemilu bukan soal siapa yang menang atau kalah, tapi soal bagaimana kita menjaga kepercayaan rakyat dan martabat demokrasi,” ujar salah satu tokoh muda NasDem.
Dengan komitmen ini, NasDem berharap bisa menjadi teladan bagi partai-partai lain, sekaligus mengajak masyarakat memilih berdasarkan nurani dan rasionalitas, bukan karena amplop atau tekanan.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi