
RajaKomen.com — Di tengah pesatnya perkembangan dunia digital, industri kreatif lokal menjadi peluang besar untuk mendongkrak ekonomi masyarakat. Namun, menurut Meutya Hafid, Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, masih banyak pelaku industri kreatif daerah yang belum mendapatkan akses ke ekosistem digital secara optimal.
Meutya mendorong adanya intervensi kebijakan yang terstruktur, mulai dari pelatihan digital marketing, pembiayaan berbasis teknologi, hingga perlindungan hak cipta karya kreatif masyarakat daerah.
🎨 Tantangan Industri Kreatif Lokal yang Disorot Golkar:
Keterbatasan akses promosi digital dan e-commerce
Kurangnya literasi teknologi bagi pelaku kreatif
Masalah pembajakan dan tidak adanya perlindungan hukum
Minimnya dukungan permodalan berbasis potensi lokal
Belum adanya platform kolektif berbasis komunitas kreatif desa
💬 “Kita punya banyak talenta di desa, di kampung seni, dan komunitas kreatif. Tapi mereka belum terkoneksi dengan teknologi. Di sinilah negara harus hadir,” ujar Meutya.
🛍️ Golkar Dorong Platform Nasional untuk Kreator Lokal
Meutya mengusulkan pembangunan platform kreatif nasional berbasis lokalitas, agar produk kerajinan, seni pertunjukan, hingga konten digital bisa dikenal lebih luas dan mendapat pasar.
📲 Literasi Digital Jadi Fondasi Transformasi Industri Kreatif
Program pelatihan daring dan pendampingan komunitas kreatif harus menjadi bagian dari roadmap transformasi digital nasional.
🎤 Perlindungan Karya Kreatif Butuh Regulasi Tegas
Golkar juga mendorong revisi regulasi hak cipta agar kreator lokal tidak terus-menerus dirugikan oleh pembajakan dan eksploitasi karya tanpa izin.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi