
RajaKomen.com — Energi baru dan terbarukan (EBT) bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Lamhot Sinaga, anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, menegaskan bahwa Indonesia harus bergerak cepat melakukan transisi energi, terutama dengan memanfaatkan potensi EBT yang sangat besar di tanah air.
Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya seperti matahari, air, panas bumi, dan angin yang belum tergarap optimal. Saat negara-negara lain berlomba menekan emisi karbon, Indonesia harus menjadi bagian dari arus besar energi bersih dunia.
⚡ Langkah Prioritas yang Didorong Golkar:
Memberikan insentif fiskal untuk investor EBT
Mempermudah perizinan proyek pembangkit energi hijau
Mengintegrasikan EBT ke dalam sistem kelistrikan nasional
Edukasi publik dan pelaku industri soal manfaat EBT
Menyusun roadmap nasional EBT hingga 2050
💬 “Kita punya potensi luar biasa. Tapi kalau tidak dikelola serius, kita akan terus tertinggal dan tergantung energi fosil,” ujar Lamhot.
☀️ Potensi Energi Terbarukan Indonesia:
Tenaga surya di wilayah timur dan perkotaan
Geothermal terbesar kedua di dunia
Tenaga air dari sungai-sungai besar Kalimantan dan Sumatra
Biomassa dari limbah pertanian dan perkebunan
Angin di kawasan pesisir selatan dan timur Indonesia
📈 Golkar Tekankan Urgensi Roadmap dan Skema Pembiayaan EBT
Lamhot meminta agar pemerintah menyusun roadmap yang jelas dan realistis, serta menggandeng sektor swasta dan lembaga keuangan hijau.
🔌 Infrastruktur EBT Perlu Didorong Hingga Daerah Terpencil
Ia menegaskan bahwa pembangunan pembangkit EBT juga harus menyasar daerah 3T untuk mengurangi kesenjangan akses listrik nasional.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi