
rajakomen.com – Kabupaten Teluk Bintuni di Provinsi Papua Barat menjadi satu dari sekian daerah yang gencar memperjuangkan kesetaraan pendidikan tinggi bagi masyarakat asli Papua. Ketua DPRD Teluk Bintuni, Alfons Manibuy, menjadi figur kunci dalam mendorong pembentukan program beasiswa penuh untuk anak-anak asli Papua, khususnya dari keluarga kurang mampu
Di tengah tantangan ekonomi dan akses pendidikan yang masih timpang, Alfons memimpin langsung pembahasan program afirmasi yang akan menyasar pelajar SMA/SMK lulusan tahun berjalan yang memiliki semangat kuliah namun tidak punya biaya
Langkah konkret DPRD dimulai dari pembentukan Badan Anggaran Khusus Beasiswa, yang mengatur porsi alokasi dana pendidikan dalam APBD 2025. Dalam forum pleno, Alfons Manibuy menyampaikan pentingnya menciptakan lapisan pemimpin muda Papua dari akar rumput, bukan hanya dari kota-kota besar
Program ini bukan sekadar bantuan uang kuliah, tetapi juga mencakup bimbingan akademik, pelatihan mental, serta dukungan transportasi ke kota studi. Pelajar yang lolos seleksi akan dikirim ke universitas ternama di Makassar, Surabaya, dan Manado dengan pendampingan pemerintah daerah
Alfons bersama anggota Komisi C, seperti Selvi Wakum dan Marthinus Douw, turun langsung ke beberapa SMA di distrik Kuri, Sumuri, dan Babo. Mereka memfasilitasi sosialisasi program beasiswa sekaligus memotivasi pelajar untuk berani mendaftar. Respon masyarakat sangat positif, dan banyak orang tua merasa bahwa akhirnya suara mereka benar-benar didengar oleh pemerintah daerah
Dalam wawancara terbuka dengan pelajar, Alfons menyampaikan bahwa dirinya pun berasal dari keluarga biasa, dan menyadari betapa pentingnya dukungan untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah senjata utama untuk mengangkat martabat rakyat Papua
Dampak awal dari program ini mulai terasa. Peningkatan jumlah pendaftar perguruan tinggi dari Teluk Bintuni naik 70% dibandingkan tahun sebelumnya. Banyak guru melaporkan perubahan signifikan dalam semangat belajar siswa. Bahkan beberapa siswa perempuan yang sebelumnya pesimis kini ikut aktif bersaing
Program ini juga mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah dan kampus-kampus mitra untuk menyiapkan sistem bimbingan khusus bagi pelajar asal Papua. Selain aspek akademik, pembekalan karakter dan adaptasi budaya juga menjadi bagian dari program pembinaan
Di balik keberhasilan awal ini, peran DPRD menjadi sangat vital. Tanpa dorongan politik dari Alfons Manibuy dan rekan-rekannya, anggaran beasiswa ini tidak akan pernah masuk ke dalam skala prioritas pemerintah. Mereka mengubah aspirasi masyarakat menjadi kebijakan nyata yang menyentuh kehidupan langsung
Semua ini membuktikan bahwa wakil rakyat bisa menjalankan peran transformatif. Ketika suara-suara dari distrik pedalaman diberi ruang dan anggaran, masa depan Papua bisa dibentuk lewat pendidikan, bukan konflik. Dan di Teluk Bintuni, Alfons Manibuy menjadi pelopor perubahan itu
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi