
RajaKomen.com — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menekankan bahwa kebijakan fiskal tahun 2026 harus dirancang tidak hanya untuk mendorong angka pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga memastikan keadilan sosial berjalan berdampingan dengan pembangunan. Hal ini disampaikan dalam forum pandangan Fraksi terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Menurut PKB, target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,6 hingga 6,0 persen yang ditetapkan pemerintah perlu didorong melalui peningkatan konsumsi masyarakat dan keberlanjutan program-program strategis seperti makan gratis bagi pelajar.
“Program makan gratis bukan hanya bantuan sosial, tapi bagian dari strategi menjaga daya beli rakyat kecil sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar juru bicara Fraksi PKB.
Tak hanya dari sisi belanja, PKB juga meminta pemerintah berani melakukan reformasi sistem perpajakan secara adil, terutama untuk meningkatkan rasio pajak nasional hingga 13 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Kenaikan ini dianggap penting demi memperluas ruang fiskal untuk membiayai program pro-rakyat tanpa harus membebani utang.
PKB menegaskan bahwa kebijakan fiskal 2026 harus berpihak pada kelompok rentan, desa, pelaku UMKM, dan sektor-sektor strategis yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi yang terjadi benar-benar bersifat inklusif dan merata.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi